Kemenkes : Penanganan Jantung dan Gagal Ginjal Terbanyak Gunakan JKN 2015

0
380
@KemenkesRI 1h1 hour ago Jatiasih, Indonesia Realisasi Biaya Pelayanan Kesehatan Tahun 2015:
@KemenkesRI : Realisasi Biaya Pelayanan Kesehatan Tahun 2015:

Kemenkes : Penanganan Jantung dan Gagal Ginjal Terbanyak Gunakan JKN 2015. Penyakit tidak menular terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Kemenkes melalui akun twitter resminya membeberkan data dan fakta realisasi pelayanan kesehatan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) 2015.

Sebanyak 13.6 T/ 23,90% biaya pelayanan kesehatan untuk membiayai penyakit Katastropik yakniaitu penyakit yang berbiaya tinggi dan secara komplikasi dapat terjadi ancaman jiwa yang membahayakan jiwanya.

Seperti Penyakit Jantung, Gagal Ginjal Kronik, Kanker. Serta penyakit tidak menular lainnya seperti Stroke, Thalasemia, Haemofilia dan Leukemia

@KemenkesRI 1h1 hour ago Jatiasih, Indonesia Realisasi Biaya Pelayanan Kesehatan Tahun 2015:
@KemenkesRI :
Realisasi Biaya Pelayanan Kesehatan Tahun 2015:

Sebanyak 1,3 juta/0.8% peserta JKN mendapatkan pelayanan katastropik. Biaya terbanyak pada penyakit Jantung & penyakit Gagal Ginjal Kronik. Pertumbuhan kasus Jantung untuk peserta baru per bulan sebesar 25 %.

Penyakit ginjal rata-rata pertumbuhan kasus per bulan sebesar 7,6 %, dalam kurun waktu Des 2014-Des 2015.

Dikutip dari situs Rumah Sakit Kanker Dharmais, Penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti, karena merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan.

Adapun penyebab gagal ginjal yang utama ada dua penyebab. Seperti dilansir tempo.co, Pertama, gagal ginjal dapat terjadi karena suatu situasi akut atau berpangkal dari masalah yang kronis.

Pada gagal ginjal akut, fungsi ginjal hilang dengan cepat. Daftar penyebab sering dikategorikan berdasarkan cedera yang terjadi. Penyebab prerenal terjadi karena penurunan suplai darah ke ginjal.

Contoh penyebab prerenal pada gagal ginjal adalah hipovolemia (volume darah terlalu rendah) karena kehilangan darah; dehidrasi akibat kehilangan cairan tubuh (misalnya muntah, diare, berkeringat, demam); asupan cairan yang buruk; pengaruh obat, misalnya obat diuretik mungkin menyebabkan kehilangan air yang berlebihan; dan aliran darah yang abnormal ke dan dari ginjal karena penyumbatan arteri atau vena ginjal.

Penyebab kedua kerusakan langsung pada ginjal itu sendiri seperti sepsis, kondisi di mana sistem kekebalan tubuh kewalahan akibat infeksi dan menyebabkan peradangan serta penutupan dari ginjal. Hal ini biasanya tidak terjadi dengan infeksi saluran kemih.

– Obat. Beberapa obat bersifat racun bagi ginjal, termasuk obat anti-inflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen. Beberapa obat lain juga memperberat kerja ginjal, termasuk antibiotik seperti aminoglikosida (gentamicin, garamycin, dan tobramycin), litium, dan obat beryodium yang disuntikkan untuk studi radiologi.

Rhabdomyolysis, yaitu situasi di mana ada kerusakan otot yang signifikan dalam tubuh dan serat otot yang rusak menyumbat sistem penyaringan ginjal. Hal ini dapat terjadi karena trauma, luka parah, dan luka bakar. Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kolesterol tinggi dapat menyebabkan rhabdomyolysis.

Glomerulonefritis akut atau peradangan dari glomeruli, sistim penyaringan dari ginjal. Banyak penyakit dapat menyebabkan peradangan ini, termasuk lupus, granulomatosis Wegener, dan sindrom Goodpasture.