Peneliti Menemukan Senyawa di Teh Hijau Efektif Sebagai Obat Rematik

0
969
teh hijau
www.greenmedinfo.com

Peneliti Menemukan Senyawa di Teh Hijau Efektif Sebagai Obat Rematik. Peneliti dari Washington State University telah berhasil mengidentifikasi senyawa epigallocatechin-3-gallate (EGCG) sebagai zat yang berperan dalam mekanisme anti peradangan pada salah satu penyakit rematik yakni Rhematoid Arthritis.

Seperti dikutip dari alodokter.com, Rheumatoid arthritis atau artritis reumatoid adalah kondisi ketika kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan-jaringan sendi. Akibatnya, sendi-sendi yang terserang akan mengalami peradangan dan menimbulkan gejala seperti berikut:

  • Sendi menjadi bengkak karena cairan yang menumpuk
  • Terasa kaku, terutama pada pagi hari atau setelah lama tidak digerakkan
  • Merah dan terasa panas
  • Terasa sakit akibat peradangan yang aktif

Penelitian kandungan teh hijau ini baru saja diterbitkan di Journal of the American College of Rheumatology yang terbit pada 27 Januari 2016 (http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/art.39447/abstract).

“Ada obat untuk rheumatoid arthritis tetapi mahal, imunosupresif dan kadang-kadang tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang,” kata Salah-uddin Ahmed, sebagai ketua proyek penelitian ini dilansir dari website resmi news.wsu.edu.

Timnya berhasil melakukan evaluasi secara fitokimia dan menemukan senyawa epigallocatechin-3-gallate (EGCG), yang merupakan molekul dengan sifat anti-inflamasi dalam teh hijau.

Studi mereka menunjukkan bahwa EGCG memiliki potensi tinggi sebagai pengobatan untuk rheumatoid arthritis karena seberapa efektif blok molekul efek dari penyakit tanpa menghalangi fungsi seluler lainnya.

“Studi ini telah membuka bidang penelitian menggunakan EGCG untuk menargetkan TAK1 – sebuah sinyal protein penting – melalui sitokin proinflamasi mengirimkan sinyal mereka untuk menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan pada rheumatoid arthritis,” kata Ahmed.

Para peneliti menegaskan temuan mereka dalam uji pra klinis menggunakan model hewan diinduksi rheumatoid arthritis, di mana mereka mengamati bahwa pergelangan kaki yang bengkak pada hewan setelah diberikan EGCG selama 10 hari itu secara signifikan berkurang.
Ahmed telah memfokuskan penelitiannya pada studi yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis selama 15 tahun terakhir ini.

Fakta ilmiah membuktikan bahwa teh hijau alami baik untuk penyembuhan penyakit rematik. Oleh karenanya bidhuaners sebaiknya mengkonsumsi teh hijau untuk kesehatan bidhuaners sendiri.