Peluang Untuk Ahli Farmasi, Menperin Minta Kembangkan Kosmetik Kopi

0
1201
kosmetik kopi

Peluang Untuk Ahli Farmasi, Menperin Minta Kembangkan Kosmetik Kopi. Indonesia menjadi negara ketiga terbesar di Dunia sebagai penghasil kopi. Sayangnya, industri pengolahan kopi nasional selama ini baru mampu menyerap sekitar 35% produksi kopi dan sisanya sebesar 65% masih diekspor.

Selain itu konsumsi kopi masyarakat Indonesia relatif masih rendah, rata-rata hanya 1,1 kg perkapita/tahun. Untuk meningkatkan serapan kopi oleh industri, strategi yang perlu dilakukan adalah memperluas ragam pemanfaatan atau diversifikasi produk kopi dari sebelumnya terbatas produk minuman menjadi industri lainnya.

“Diversifikasi produk kopi tidak hanya sebagai minuman tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti kosmetik, herbal, farmasi, hingga essen makanan. Maka, mata rantainya makin panjang, beragam dan memberi nilai tambah yang dapat dinikmati petani sampai industri,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin usai mendampingi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada Rapat Pengembangan Kopi Nasional di Lampung, Sabtu (13/2/2016) dikutip detik.com.

Kandungan utama Kopi adalah Kafein yang memiliki efek stimulan ternyata dapat dimanfaatkan untuk kosmetik. Kafein bersama Chlorogenic acids dan melanoidin dapat bertindak sebagai antioksidan. Dalam jurnal ilmiah yang telah dipublikasikan di Skin Pharmacology and Physicology pada tahun 2013 berjudul “Caffeine’s mechanisms of action and its cosmetic use”, formulasi topikal yang mengandung Kafein memiliki sifat antioksidan kuat.

Selain itu, Kafein dapat meningkatkan mikrosirkulasi darah di kulit dan juga merangsang pertumbuhan rambut melalui penghambatan aktivitas 5-α-reduktase. Sedangkan N-methylpyridinium dapat membantu mekanisme kekebalan dan regenerasi sel kulit.

Kandungan minyak essensial seperti diterpenes, cafestol dan kahweol juga sedang diteliti mengenai kemungkinan peranannya dalam penyakit kanker.

Berikut beberapa produk yang telah beredar di pasaran luar negeri.

Peluang  bisnis yang terbuka bagi para ahli farmasi saat ini, apalagi pemerintah mendukung untuk program diversivikasi kopi sebagai keperluan Non-Pangan.