Tiga Hasil Penelitian Ini Buktikan Virus Zika Ada di Indonesia

0
1057
zika

Tiga Hasil Penelitian Ini Buktikan Virus Zika Ada di Indonesia. Pihak Kementrian Kesehatan RI baru-baru ini mengeluarkan Travel Advisory ke negara endemik Zika. Namun ternyata, 3 penelitian ilmiah yang telah di publikasikan di jurnal internasional menyatakan bahwa Virus Zika atau Flavivirus terdeteksi di Indonesia. [Baca : Informasi Lengkap Tentang Virus Zika dan Saran Untuk Ibu Hamil]

Penelitian pertama adalah pada tahun 1981 yang dipublikasikan dalam jurnal “Transactions of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene” dengan judul “Zika virus, a cause of fever in Central Java, Indonesia” atau “Zika virus penyebab demam di Jawa Tengah”

Virus zika2

Penelitian ini dilakukan pada tahun 1977 dan 1978 terhadap pasien di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten, Indonesia yang memiliki prevalensi demam akut yang secara serologis kemudian dipelajari untuk dibuktikan apakah terinfeksi alphavirus dan flavivirus.

30 pasien yang mungkin terinfeksialphavirus dan flavivirus diujicobakan dengan memberikan antibodi flavivirus yang terjadi di Asia Tenggara. 7 diantarannya terbukti terinfeksi flavivirus atau virus Zika.

Manifestasi klinis yang paling umum diamati dalam seri ini pasien termasuk demam tinggi, malaise, sakit perut, pusing dan anoreksia. Tak satu pun dari tujuh pasien sakit kepala atau ruam meskipun fakta bahwa sakit kepala dan ruam telah dikaitkan dengan dua dari tiga yang sebelumnya dipelajari. Jumlah pasien dengan penyakit ini akan meningkat sewaktu menjelang akhir musim hujan ketika meningkatnya populasi nyamuk Aedes aegypti, disebutkan pula kemungkinan vektor paling melimpah di Malaysia.

Penelitian kedua dipublikasikan di jurnal The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene pada tahun 2013 dengan judul “Zika virus infection acquired during brief travel to Indonesia” atau “infeksi virus Zika diperoleh selama perjalanan singkat ke Indonesia”.

zika1

Menurut jurnal ini dilaporkan bahwa infeksi virus Zika mirip demam berdarah, kasus infeksi virus Zika terdeteksi di wisatawan Australia yang kembali dari Indonesia dengan demam dan ruam.

Am J Trop Med Hyg. 2013 Sep;89(3):516-7
Am J Trop Med Hyg. 2013 Sep;89(3):516-7

Dari hasil penelitian ini, Identifikasi kasus lebih lanjut diperlukan untuk menentukan epidemiologi berkembang dari penyakit ini.

Penelitian yang masih segar adalah pada Mei 2015 yang dipublikasikan di The Southeast Asian Journal of Tropical Medicine and Public Health dengan judul “Zika Virus Infection In Australia Following A Monkey Bite In Indonesia” atau “Terinfeksi Virus Zika setelah Digigit Monyet di Indonesia”

virus zika

Seorang wisatawan Australia terinfeksi virus Zika dengan gejalademam, ruam dan konjungtivitis 5 hari setelah digigit Monyet di Bali. Flavivirus RNA terdeteksi pada PCR dari sampel nasofaring dan teridentifikasi sebagai virus Zika.

Meskipun vektor nyamuk juga memungkinkan, di dalam jurnal ini berspekulasi bahwa gigitan sebagai cara penularannya.

Jadi bidhuaners salah besar jika di Indonesia tidak mungkin adanya virus Zika. Tiga Penelitian ini telah membuktikan bahwa Zika ada disekitar bidhuaners. Namun tidak usah panik, tetap waspada dan hindari gigitan nyamuk dan vektor kemungkinan lainnya seperti hewan mamalia. [Baca : 6 Fakta yang Wajib Diketahui Apoteker dan Dokter tentang Virus Zika]