Menpora Masih Keukeuh PSSI Dibekukan, La Nyalla Siap Gulirkan ISL 2016

0
506
kisruh kemenpora pssi

Menpora Masih Keukeuh PSSI Dibekukan, La Nyalla Siap Gulirkan ISL 2016. Sebagai negara hukum, maka kekuasaan tertinggi ada di keputusan Mahkamah Agung dimana PSSI saat ini kembali memenangkan gugatan untuk yang ketiga kalinya.

Dengan demikian kisruh sepakbola antara Menpora dan PSSI hanya bisa diselesaikan dengan bijak oleh Presiden Joko Widodo, oleh karenanya Tim Adhoc yang dibentuk FIFA dengan ketua Agum Gumilar meminta dengan hormat kepada Jokowi untuk mempertimbangkan hasil keputusan dari Mahkamah Agung dan demi kemajuan Sepakbola Indonesia.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Agum, Selasa pagi (15/3) pukul 09.00 WIB, merupakan yang kedua kalinya dalam kurun waktu 20 hari terakhir. Sebelumnya Agum juga dipanggil Presiden Jokowi pada 24 Februari lalu untuk membicarakan solusi atas kemelut sepak bola nasional akibat pembekuan PSSI oleh Menpora lewat SK 01307.

Saat itu pertemuan dihadiri oleh Presiden Jokowi,  Wapres Jusuf Kalla dan menpora Imam Nahrawi. Sementara dalam pertemuan tadi, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

“Melihat aspirasi dan keinginan masyarakat luas, maka dari lubuk  hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan kepada bapak presiden agar permasalahan sepak bola Indonesia segera diselesaikan,” ujar Agum dikutip dari situs resmi PSSI.org. “Saya juga bertanya kapan pencabutan Pembekuan PSSI itu akan dilakukan?”

Menjawab pandangan Ketua Komite Ad Hoc Reformasi PSSI ini, Presiden Jokowi mengkonfirmasi bahwa pencabutan Pembekuan PSSI akan dilakukan pada bulan April mendatang. “Saya tidak menguasai masalah. Saya sudah bertanya kepada menpora terkait hal ini dan menpora menjawab pencabutan pembekuan PSSI akan dilakukan pada bulan April,” tutur Agum menirukan jawaban dan respon Presiden Jokowi.

“Sikap saya pascaputusan MA ? Yg jelas saya menunggu. Menunggu masanya dlm 21 hari, dicabut (SK Pembekuan PSSI) otoma­tis. Sudah harus jalan.” ujar ketua PSSI, La Nyalla Mattalitti dari akun twitter pribadinya @LaNyallaMM1.

“PSSI kini fokus menghitung berapa kerugian yg dialami akibat dibekukan oleh Kemenpora dan bisa melakukan gugatan terhadap kerugian tersebut.” lanjutnya

“Saya terangan menolak mentah-mentah sembilan syarat yang diajukan Kemenpora. Nggak ada syara­tan-syaratan. Yg jelas PSSI menang mutlak 3-0. Kalau mau cabut, cabut aja. Nggak mau di­cabut, sudah tercabut oleh Mahkamah agung.” terangnya

“Nah dari situ kita sudah mulai jalan dan persiapan. Harapan saya ya harus dilaksanakan oleh Menpora dong.” tegasnya

“Saya juga sudah perintahkan kompetisi ISL harus segera digulirkan kembali dalam waktu secepat – secepatnya.” tweeps terakhirnya sesaat setelah mendengar kabar putusan MA.

Sementara itu, Menpora, Imam Nahrawi masih tetap teguh pendiriannya dan menganggap belum ada instruksi dari Jokowi mengenai hal ini.

Imam mengaku hingga saat ini belum mendapatkan perintah langsung dari Presiden Jokowi tentang rencana tersebut. Namun, apapun keputusan orang nomor satu di Indonesia itu akan dijalaninya.

“Saya sendiri belum dapat kabar soal pertemuan tadi siang. Kalau ada perintah berikutnya, pasti saya akan dipanggil. Sampai saat ini saya masih menunggu arahan Presiden,” ujar Imam, di sela-sela kunjungan ke Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional (P3ON) di Hambalang, Selasa (15/3) dilansir detik.com.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memang meminta kepada Imam untuk melakukan pengkajian soal rencana pencabutan pembekuan PSSI. Hasilnya, Jokowi meminta agar pemerintah bisa menggelar pertemuan dengan FIFA terlebih dahulu.

FIFA pun telah memberikan tanggapannya, bahwa mereka tidak keberatan untuk bisa duduk bersama kembali dengan pemerintah Indonesia. Namun federasi sepakbola dunia itu juga menginginkan ada detail solusi dari pemerintah tentang permasalahan sepakbola tanah air.

Imam mengaku saat ini tengah mempersiapkan laporan-laporan yang diminta oleh FIFA tersebut. “Kami akan siapkan beberapa poin, yang akan saya sampaikan ke FIFA, meskipun ini pernah kami laporkan di awal, ya sekarang diminta lagi, ya akan saya laporkan,” kata dia.

Pria 42 tahun itu juga mengomentari soal rencana PSSI yang ingin menggulirkan kompetisi ISL pada 15 April mendatang. Menurutnya, hingga saat ini dirinya belum menerima surat keputusan dari Mahkamah Agung (MA) tentang penolakan kasasi yang diajukan oleh pihaknya.

“Sampai detik ini, kami belum menerima putusan dari MA, itu hanya rilis. Tapi secara formal, MA belum kirimkan petikan putusan ke para pihak. Kami tak mungkin ambil langkah sebelum petikan itu datang.”

“Sentimen kalau kami disebut tak taat hukum. Kami belum tahu, ada putusan dari MA. Itu masih ada waktu sekian itu putuskan upaya berikutnya.”

Jikapun ingin memutar kompetisi ISL, Imam menegaskan dan meminta agar kompetisi bisa berjalan bersih dan sesuai regulasi. Dia tak ingin ada lagi kasus-kasus penunggakan gaji pemain yang sebelumnya kerap terjadi.

“Semua harus berprinsip kepada klub licensing regulation FIFA, itu sumbernya mengacu kepada itu. Jangan sampai terulang lagi, apa yang diminta BOPI, pemerintah dipenuhi. Soal pajak dll dipenuhi. Seminggu sebelum statement bersama kontrak pemain selesai dll. Pembagian hasil keuntungan kompetisi, dari fee-fee lain sudah terbagi kepada klub,” kata dia.

Dengan demikian hampir dipastikan Indonesian Soccer Competition batal digelar dan digantikan dengan Indonesian Super League 2016 yang rencananya akan digulirkan pada 15 April 2016.