Video Kisah Apoteker Cantik yang Sukses Bangun Perusahaan Kosmetik

0
11935
apoteker sukses
envyme.co.id

Kisah Inspiratif Apoteker Cantik yang Sukses Bangun Perusahaan Kosmetik. Dia adalah Diana Anggriani, sempat berkarir di dunia model pada tahun 2001 sebagai finalis salah satu majalah remaja, akhirnya memutuskan berkarir di dunia Farmasi dengan menemukan produk EnvyMe.

Memiliki  latar belakang keluarga di bidang bisnis apotek, mojang priangan ini mengambil pendidikan jurusan Sarjana Farmasi di Universitas Padjadjaran pada 2004-2009. Kemudian, dia melanjutkan pendidikan Apoteker di Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran pada 2009-2010.

“Kecantikan itu sudah menjadi kebutuhan primer wanita. Karena wanita ingin selalu tampil cantik dan terlihat muda. Banyak produsen lain yang masih menggunakan bahan berbahaya yang dapat merusak kulit, seperti mercury dan hydroquinone. Saya tidak ingin wanita Indonesia terjebak, maka saya menciptakan produk EnvyMe ini,” ujarnya dikutip dari sindonews.

Diana menuturkan menjadi seorang entrepreneur bukan cita-citanya sejak kecil. Namun, bisnis kosmetik dipilih karena bentuk kecintaannya terhadap produk kecantikan.

Berbekal pendidikan di bidang farmasi dan apoteker, dia bekerja selama 3,5 tahun di salah satu perusahaan kosmetik ternama di Bandung, sebagai apoteker penanggung jawab divisi riset dan pengembangan produk.

Pada 2011, dia memutuskan untuk membangun usaha sendiri. Berbagai acara berlatar belakang industri kreatif dia ikuti. Berkat ketekunannya, perlahan berbagai prestasi diraih. Diana dengan EnvyMe-nya mengikuti ajang Wirausaha Muda Mandiri (WMM) pada 2012. “Setelah ikut WMM, bahkan masuk mandiri inkubator, saya mendapat banyak ilmu di sana,” ujarnya.

Diana merebut gelar dalam gerakan wirausaha nasional Business Plan Competition Onein20 Movement (OIM) 2014/2015 yang diselenggarakan Pro Indonesia dan Sindonews, dalam kategori fashion dan kosmetik. Bahkan, dia menjadi Finalis Kartini Next Generation 2015.

Bagaimana berbagi kunci sukses? “Temukan passion sehingga Anda bisa terus bekerja tanpa merasa harus bekerja,” catat wanita yang memiliki hobi travelling ini.

Dalam memproduksi kosmetik, Diana membagi ke dalam beberapa jenis bagian, di antaranya ada sabun pembersih wajah, krim pelembab, serum dan peeling. Adapun produk dari EnvyMe Cosmetics awalnya memiliki dua varian bahan, yaitu bahan pepaya dan kiwi. Tahun ini, akan segera launching berbagai varian untuk wajah daritea tree oil, stemcell apel, perawatan tubuh menggunakan bahan mango dansunflower.

Semua bahan dari produknya menurut Diana terbuat dari bahan-bahan alami. Dalam produksi dia sudah melakukan tes keamanan produk dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan pabrik kosmestik tempat produksi EnvyMe memiliki sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik Baik (CPKB).

Adapun sosok panutan dalam berbisnis Diana adalah Anita Roddick, founder The Body Shop dan Nurhayati Subakat, pendiri Wardah Kosmetik.

Awalnya dia membangun usaha sendiri. Seiring dengan perkembangan usaha, Diana membangun tim menjadi empat orang. “Orang yang paling berjasa di bisnis ini adalah Bu Cahya Khairani, dia mengajarkan saya dari A-Z mengenai kosmetik, yang akhirnyaalhamdulillah beliau sudah bersedia menjadi tim inti EnvyMe,” tutur pemilik akun Twitter @diana_envyme ini.

@diana_envyme
@diana_envyme

Berbicara pemasaran, dara kelahiran September 1985 ini awalnya memilih menggunakan toko online untuk memasarkan sebagian besar produknya. Dalam perjalanan waktu Diana mencoba memasok hasil produknya ke klinik-klinik kecantikan yang ada di Bandung.

Dia juga memasarkan dalam bentuk reseller bagi yang ingin menjadi agen dari EnvyMe Cosmetics. Saat ini, Diana sudah memasarkan produknya hampir di seluruh Indonesia.

Tren penjualan EnvyMe pun berada di jalur positif, pada 2012 tumbuh sebesar 20%, pada 2013 meningkat menjadi 30% dan pada 2014 meroket hingga 100%. Pada 2015, Diana memasang target pertumbuhan penjualan hingga 200%.

Go global adalah cita-cita Diana menjadikan EnvyMe lebih besar. Dalam pendistribusian produk, EnvyMe kini sudah memiliki 40 reseller yang tersebar di Indonesia. Bahkan, pembelinya ada yang datang dari luar negeri, seperti Hong Kong, Australia dan Belanda.

Semua fakta di atas terangkum dalam sebuah videonya berikut ini

Apa yang dilakukan oleh Diana tentunya tidak semudah apa yang ada di video berdurasi 2.16 menit. Perjuangan merintis karir pastinya menemukan berbagai rintangan, tetapi dengan tekad dan keunikan serta kreativitas yang ada, itulah kunci kesuksesannya.

Terus berkreasi dan temukan hal baru untuk Indonesia, pepatah bidhuan mengatakan siapa yang membuat produk unik dan kreatif serta di butuhkan pasar maka peluang kesuksesan akan semakin besar. [Baca : Seorang Apoteker Berperan Dibalik Kisah Suksesnya Aplikasi Musik Ohdio]