Klarifikasi KBRI Terkait Info Dubes Jepang Tidak Peduli Gempa Kumamoto

0
1281
gempa kumamoto
Sumber : PPIJ Kumamoto

Klarifikasi KBRI Terkait Info Dubes Jepang Tidak Peduli Gempa Kumamoto. Saat ini beredar berita di media sosial yang menyebutkan bahwa Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra sama sekali tidak mengetahui akan jumlah pelajar di Kyushu-Kumamoto sebanyak 320 orang yang terkena dampak gempa 7.3 Skala Ritcher. Bahkan disebutkan pula dengan nada sindiran bahwa Dubes saat ini hanya menikmati gaji buta.

41 orang dilaporkan tewas akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (16/4) dini hari. Ratusan rumah jalan dan jalur kereta api juga hancur karena ditimpa longsor yang disebabkan gempa tersebut.

KBRI pada akhirnya melakukan klarifikasi resmi yang dikutip dari detik.com seperti berikut ini pad Kamis (20/4/2016):

1. Pelajar Indonesia di Kumamoto berjumlah 60 orang dan jumlah pelajar Indonesia di Beppu berjumlah 327 orang. Dengan demikian, info yang menyatakan jumlah sebesar 320 orang, tidak akurat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.

2. Tim Relief KBRI Tokyo merupakan tim bantuan Kedutaan dari negara ASEAN yang pertama kali berhasil tiba di Kumamoto, pada hari Sabtu siang (16/4/16). Tim Bantuan KBRI Tokyo diberangkatkan dengan membawa bahan makanan, minuman, obat-obatan serta keperluan-keperluan darurat lainnya.

Saat itu, Bandara Kumamoto masih ditutup akibat gempa dan jalur kereta api cepat masih ditutup. Namun, melalui Bandara Fukuoka, Tim KBRI Tokyo berhasil menembus rintangan dan dapat mencapai Kumamoto untuk membantu WNI dan warga lainnya yang menjadi korban.

3. Berdasarkan fakta di lapangan, kondisi di wilayah Kumamoto jauh lebih parah karena bandara, akses transportasi, sumber logistik sangat terbatas. Hal ini berbeda dengan kondisi di wilayah Beppu karena sarana publik seperti air dan listrik tetap menyala, toko-toko tetap buka secara normal dan sejak Senin, 18 April 2016 Pemerintah setempat sudah membuka kembali sekolah untuk belajar mengajar.

4. KBRI Tokyo sampai saat ini masih terus menjalin komunikasi dan koordinasi erat dengan para korban di Kumamoto serta di Beppu sejak hari pertama terjadinya gempa, antara lain melalui jaringan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kumamoto serta Kyushu dan Ketua Fumiku (Persaudaraan Muslim Kumamoto) serta para pengajar di Universitas Kumamoto dan Beppu.

5. Memperhatikan situasi di wilayah Kumamoto yang masih diguncang gempa dan belum kondusif, KBRI Tokyo tetap menempatkan tim relief untuk membantu para WNI. Pada hari Selasa malam (19/4/16) tim relief KBRI Tokyo telah melakukan evakuasi terhadap 19 mahasiswa ke Fukuoka.

Langkah ini pun dilanjutkan pada hari Rabu (20/4/16) dengan melakukan evakuasi terhadap para WNI yang ke berbagai wilayah antara lain Hiroshima, Osaka, serta Tokyo. Selain itu, terdapat WNI yang masih memilih bertahan di Kumamoto atas keinginan pribadi. Tindakan ini dipimpin langsung oleh Koordinasi Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo yang berada di Kumamoto bekerjasama dengan pihak Konsulat Jenderal RI di Osaka.

6. Jepang sebagai negara yang rentan akan bencana alam seperti gempa bumi, dan oleh sebab itu telah memiliki sistem manajemen penanganan bencana yang sangat baik. Penanganan seluruh warga, baik warga Jepang maupun warga negara asing diperlakukan sama sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pemerintah setempat.

7. Berdasarkan fakta-fakta tersebut di atas, adalah tidak benar bahwa KBRI Tokyo tidak melakukan upaya perlindungan WNI dan pelajar selama terjadinya bencana gempa khususnya di wilayah Kumamoto dan Beppu.

8. KBRI Tokyo memiliki hotline 24 jam (+818035068612) yang secara aktif merespon berbagai permintaan bantuan dan laporan terkait kondisi lapangan pada saat gempa. Selain itu, informasi perkembangan terbaru mengenai penanganan WNI di kedua tempat dimaksud selalu diperbaharui melalui media sosial antara lain twitter @KBRITokyo, facebook: Kbri tokyo, serta website www.kbritokyo.jp dan www.kemlu.go.id/tokyo

Sementara itu, sebelumnya pada tanggal 16 April 2016 seperti diberitakan website resmi PPIJ-Kumamoto.org, Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius pada peristiwa dengan mengirimkan Team Relief KBRI Tokyo. Tim yang dikirim terdiri atas satu mobil berisi bantuan bencana yang dibawa oleh staf KBRI Tokyo yaitu Pak Darussalam dan Pak Agung.

Sumber : PPIJ-Kumamoto

Bantuan yang dibawa ini sangat ditunggu dan dibutuhkan oleh warga Indonesia yang sedang mengungsi, mengingat terbatasnya stok bahan makanan, keperluan bayi dan obat-obatan. Dubes RI utk Jepang, Dr. Yusron Ihza Mahendra, L.LM menelepon langsung Ketua PPIJ Kumamoto, Reza Fuad Rachmadi, untuk mengabarkan kondisi terkini masyarakat Indonesia di Kumamoto.

Beliau menyampaikan agar segenap warga Indonesia di Kumamoto tetap tenang dan selalu mengikuti arahan evakuasi dari pemerintah setempat. Pemerintah RI sangat serius menangani bencana gempa ini terutama terkait korban WNI.

“Saya yang merasakan gempa secara langsung sungguh sangat menyesalkan jika bencana ini dijadikan ajang politisasi. Kami hanya ingin gempa ini segera berakhir dan bisa kembali beraktivitas untuk menyelesaikan studinya.” Ujar Nasrul Wathoni, Mahasiswa Program Doktor di Kumamoto University yang sempat menceritakan pengalaman terkena gempa di blog pribadinya nazroel.id.