Ridwan Kamil Dukung Petisi Selamatkan Kebun Binatang Bandung

0
535

Ridwan Kamil Dukung Petisi Selamatkan Kebun Binatang Bandung. Sebuah petisi tentang mirisnya pengelolaan kebun binatang Bandung mendapat tanggapan positif dari Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Petisi yang dibuat oleh SaveBandungZoo Project ini telah mendapat lebih dari 8 ribu dukungan dan ditujukan untuk Pemerintah Kota Bandung serta Taman Margasatwa Taman Safari.

“Kebun binatang seharusnya mampu menjadi sarana rekreasi dan pendidikan, serta menjadi wadah yang kondusif dalam riset, penelitian, dan konservasi alam, khususnya hewan. Namun, yang menjadi masalah adalah Kebun Binatang Bandung tidak dapat memenuhi fungsi tersebut. Kebun Binatang Bandung tidak mampu menyediakan sarana dan prasarana yang baik bagi hewan maupun bagi pengunjung. Beberapa binatang terlihat tidak terurus dan kurus, kandang-kandang kotor, berkarat, dan bolong atapnya, sampah berserakan, tidak ada sarana bagi kaum difabel, tidak ada larangan memberi makan pada hewan, sampai pada kurangnya fasilitas belajar bagi pengunjung.” tertulis di petisi yang beralamat di www.change.org.

“Melalui petisi ini, kita bersama-sama akan mendorong pemerintah kota dan pemilik Kebun Binatang Bandung untuk lebih memperhatikan kondisi Kebun Binatang Bandung agar segera diperbaiki. Mari bersama-sama membenahi Kebun Binatang Bandung menjadi lebih baik!” tutup petisi ini sambil memberikan visualisasi melalui video yang diunggah di youtube.

Ridwan Kamil pun merespon positif dan mengakui pengelolaan kebun binatang Bandung tidak baik.

“Menurut saya, pengelolaan Kebun Binatang Kota Bandung jelek,” kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Jalan Ibrahim Adjie, Selasa (10/5/2016) dikutip dari kompas.com.

Emil mengatakan, dia akan segera menyampaikan petisi tersebut kepada pihak pengelola. Menurut dia, pengambilalihan pengelolaan Kebun Binatang Bandung di luar kewenangannya.

“Tolong media sampaikan kepada pengelolanya. Saya tunggu, nanti petisinya saya kirimkan juga. Di luar itu, saya tidak ada kewenangan hukum untuk mengambil alih,” ucapnya.

Dia mengaku kerap mendapat keluhan dari masyarakat soal tak profesionalnya pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

“Saya banyak keluhan segala rupanya, ada yang sakit, meninggal, banyak sampah,” kata dia.

Emil mengaku pernah menawarkan solusi dengan membuka pintu agar para investor bisa membantu Yayasan Marga Satwa (pengelola Kebun Binatang Bandung) membantu pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

“Kalau mau saya bisa bawa investor yang punya uang untuk meng-upgrade, tetapi tidak ada respons,” ucapnya

Melalui akun facebooknya juga menginformasikan bahwa dirinya sempat mengunjungi Gajah Yani yang akhirnya diketahui meninggal kemudian.

“Tadi pagi saya menengok gajah bernama Yani yang sekarat. Ternyata magrib tadi sudah meninggal. Kebun Binatang Bandung ini tidak dikelola pemkot, namun dikeloladan milik yayasan pribadi yang menyewa ke tanah pemkot. Kondisinya sangat tidak layak dan Sudah setahun tidak ada dokter hewan. Berkali-kali sudah ditegur agar memperbaiki pengelolaan kebun binatang ini. Pemkot sedang mencari upaya hukum untuk memaksa pengelola bisa memperbaiki masalah ini. Semoga ada solusinya. Hatur Nuhun.”