Polisi Pastikan 3 Pasien di RS Mitra Husada Meninggal Karena Bupivacain

0
1988
bupivacain generik

Polisi Pastikan 3 Pasien di RS Mitra Husada Meninggal Karena Bupivacain. Kepolisian Daerah Lampung memastikan kematian tiga pasien di Rumah Sakit Mitra Husada Kabupaten Pringsewu akibat penggunaan Bupivacaine Spinal yang diberikan saat pembiusan sebelum proses operasi kepada pasien bersangkutan.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung AKBP Sulistyaningsih, di Bandarlampung, Kamis malam, mengatakan, tiga pasien yang meninggal dunia di RS Mitra Husada itu, adalah Suripto, 67, menjalani operasi tumor pada betis kiri pukul 16.30 WIB dan waktu kematian pukul 23.20 WIB.

Selanjutnya, Devi Franita, 30, proses melahirkan/caesarean tindakan operasi pukul 22.00 WIB kemudian meninggal dunia Selasa (5/4) sekitar pukul 02.00 WIB, dan Reyhan Mahardika, 16, operasi Varicocel Bilateral, pelaksanaan operasi pukul 15.30 WIB dan meninggal dunia pukul 03.35 WIB.

“Ketiga pasien ini diberikan pembiusan spinal pada tulang punggung oleh dr Edi Pramono dan asisten dokter Mustova sebelum operasi berlangsung,” kata Sulistyaningsih.

Menurutnya, keterangan itu merupakan hasil pemeriksaan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung yang secara maraton melakukan pengecekan atau penyelidikan di lokasi kejadian tersebut.

Sebanyak 10 ampul masih tersisa lima ampul Bupivacaine dalam satu boks, sehingga masih ada dua lagi yang telah dipergunakan kepada pasien.

“Mudah-mudahan yang dua itu tidak akan menjadi persoalan, sehingga menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan lagi,” kata dia.

Terkait jenis obat bius Bupivacaine Spinal, Sulistyaningsih menyebutkan, obat bius itu merupakan obat yang diproduksi oleh Bernofarm, dan masih akan didalami serta dikoordinasikan kepada pihak Balai POM dan IDI terkait keberadaannya.

Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya akan segera melakukan gelar perkara serta pembuatan laporan perkara.

“Apabila memenuhi unsur pidana, maka kami akan melakukan pemeriksaan terhadap dokter anastesi yang melakukan operasi pada Senin 4 April lalu,” kata dia.

Sumber : metronews.com,

“Kami sudah menaikkan status kasus kematian tiga pasien itu menjadi penyidikan usai gelar perkara Jumat (8/4) petang agar lebih memudahkan pemeriksaan seluruh pihak terkait,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung Kombes Dicky Patrianegara, di Bandarlampung, Sabtu (9/4).

Menurut dia, dengan ditingkatkan status menjadi penyidikan itu, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap Kepala RS Mitra Husada untuk memberikan keterangan terkait prosedur di RS tersebut.

“Semua masih kami selidiki, dan apakah akan ada tersangka, kita lihat saja usai penyelidikan,” katanya lagi.

Berkaitan dugaan malapraktik, ia menegaskan, pihaknya tidak bisa serta merta menyatakan bahwa kejadian tersebut sebagai peristiwa semacam itu.

Dalam hal penggunaan obat pembiusan Bupivacaine Spinal, ia melanjutkan, pemakaian obat anastesi ini sebelum operasi ketiga pasien yang akhirnya meninggal tersebut juga akan diselidiki kebenarannya.

“Semua sisi akan kami lihat dan cari data serta faktanya, sehingga tidak menimbulkan dugaan yang keliru di kemudian hari,” kata Dicky pula.

Keluarga pasien korban meninggal dunia di RS Mitra Husada Pringsewu mengaku kecewa karena pihak RS hingga kini belum memberikan penjelasan penyebab kematian keluarga mereka.

Kekecewaan itu, antara lain disampaikan keluarga besar almarhum Suripto (60), pensiunan guru SMA Negeri 2 Pringsewu.

Warga Pringombo Kelurahan Pringsewu Selatan itu merupakan satu dari tiga pasien RS Mitra Keluarga yang meninggal dunia di RS tersebut.

Harnani (55), istri almarhum Suripto yang sempat syok karena suaminya meninggal dunia setelah menjalani operasi di RS Mitra Husada pada Senin (4/4), mengatakan, pihak RS pada Rabu (6/4) berjanji untuk memberi keterangan, namun tidak jadi tanpa ada alasan yang jelas.

“Begitu juga dengan janjinya pada Kamis (7/4) sore akan datang, tetapi tak dipenuhi,” ujarnya pula.

Harnani dan keluarga besarnya sudah ikhlas atas kepergian Suripto karena sudah takdir. “Saya mengikhlaskan kepergian suami saya. Semoga dapat tenang di sisi-Nya,” ujarnya. Namun pihak keluarga tetap meminta kejelasan dari pihak RS atas penyebab kematian keluarga mereka itu.

Sumber : lampungantaranews.com.

Semoga kejadian ini yang terakhir kalinya dan BBPOM berhasil mengidentifikasi sampel obat injeksi Bupivacain untuk membuktikan dugaan Kepolisian terkait meninggalnya pasien. Perlu diketahui apoteker dan analis kimia akan berperan penting dalam menganalisis serta menguji sampelnya di BBPOM.

SHARE