Stop Bullying! Ayahanda Sonya Depari Meninggal Karena Serangan Jantung

0
1393
stop bulllying

Stop Bullying! Ayahanda Sonya Depari Meninggal Karena Serangan Jantung. Berita duka muncul setelah siswi SMA, Sonya Ekarina sr Sembiring yang mengaku sebagai anaknya Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjend Arman Depari menjadi topik pemberitaan di berbagai media.

Ayahanda tercintanya, Makmur Depari Sembiring (60) dikabarkan meninggal terkena serangan jantung. Banyak media dan tayangan berulang di televisi mengenai pemberitaan Sonya, terlebih media sosial semakin menggila dengan membuat meme-meme lelucon menyindir dirinya diduga menjadi salah satu faktor pemicunya.

Dalam akun Facebook keluarga besarnya (Kriss Ginting) mengabarkan kalau Ayah dari Sonya Depari telah berpulang.

Dia berharap kepada seluruh warga Indonesia untuk menahan diri agar tidak mem-bully keluarga besar Depari terkait dengan insiden yang terjadi kemarin, Rabu (6/4/2016). [Baca : Ngaku-ngaku Anak Irjen Arman Depari, Muncul Meme Kutandai Kau Bu Polwan]

Berikut ini postingan keluarga besar Depari di Facebook:

“Orang tua dari adik kita Sonya Depari, bapak M Depari baru saja meninggal dunia karena serangan jantung.”
“Rumah duka di Karya Wisata gedung Johor Medan, mohon dengan sangat pengeritan dari kita semuda untuk menghentikan sementara nafsu untuk membully keluarga besar Depari”
“Terima kasih atas perhatian saudara-saudara sekalian..”

Berikut postingan dari kaka kandung Sonya Depari

Berikut beberapa quote yang beredar saat ini

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Ada keunikan tersendiri dalam pola komunikasi dan kekerabatan Suku Karo, termasuk Depari yang merupakan bagian dari keluarga klan atau marga Sembiring. Menurut Eris Estrada Sembiring yang masuk dalam klan Sembiring mengatakan Sonya Sembirig Depari sudah sedari awal diperkirakan merupakan bagian dari keluarga Irjen Arman Depari yang saat ini menjabat sebagai Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN). "Ya, Sembiring Depari tak berbeda dengan Sembiring lainnya, Meliala, Brahmana, Gurukinayan, Colia dan lainnya. Satu kesatuan pula dalam kekerabatan Karo yang sangat menomorsatukan 'Rakut Sitelu dan Tutur Siwaluh'," tulisnya di dalam akun Facebook miliknya. Menurut Eris termasuk soal 'Senina' yang masuk dalam kekerabatan itu sendiri. Katanya Senina merupakan satu darah, satu marga ataupun sub yang sama. "Jadi bukan aneh bila saya memiliki beberapa Bapak dan Mamak. Meskipun ada embel-embel Pak Tua, Pak Tengah atau Pak Uda di belakangnya, tidak mengubah hakekatnya bagi kami," katanya. Dalam beberapa postingan sendiri Sonya Sembiring Depari menyebutkan kalau Arman Depari yang masuk dalam klan Sembiring dalam suku Karo merupakan Pak Uda atau Pamannya. Termasuk saat Arman Depari mengunjungi Berastagi, Kabupaten Karo ketika menjabat sebagai Kapolda Riau, dia memposting foto spanduk Arman Depari yang ketika itu masih memegang pangkat jenderal bintang satu. "'Bapakndu aku ya nakku', kata saudara itu biasanya. Dan memang dia akan berhak mendapatkan penghormatan yang sama ketika kami nantinya menggelar pesta adat," ujarnya. Apalagi kalau saudara yang yang mengatakan itu adalah adik atau abang dari bapak kita. Minimal sepupu lah. Ya sama aja, manggilnya tetap Bapak. Bapak itu pun menggunakan pola komunikasi dan kekerabatan yang sama untuk kami di kehidupannya sehari-hari. #sonyamenyesal #armandeparilambat #bijak #netizentabaik #toleran. #cerdas #janganceplas ceplos #sonyadepari #armandepari

A photo posted by DUNIA TAWA (@tawadunia) on

Saat seseorang melakukan tindakan yang memang salah, bullying bukanlah satu tindakan yang baik. Memang sebuah sanksi sosial yang diterima oleh pelanggar, tapi kita kadang tidak menyadari dampak bullying tersebut kepada dirinya bahkan kepada seluruh keluarganya. Karna saat engkau membullynya di dunia maya, engkau bukan hanya membully dirinya melainkan seluruh keluarganya. Memang dia salah, tapi apakah keluarganya juga salah?

Saat seseorang membully yang lebih lemah/anak2 kita sepakat mengatakan “stop bullying” tapi saat ini kita telah melakukan “bullying” itu sendiri.
Berhentilah menjadikan hidup orang candaan, karna itu hidup.
Mungkin hidupnya tidak berharga buatmu, tapi beharga buat orang lain .

Saat seseorang melakukan tindakan yang memang salah, bullying bukanlah satu tindakan yang baik. Memang sebuah sanksi sosial yang diterima oleh pelanggar, tapi kita kadang tidak menyadari dampak bullying tersebut kepada dirinya bahkan kepada seluruh keluarganya. Karna saat engkau membullynya di dunia maya, engkau bukan hanya membully dirinya melainkan seluruh keluarganya. Memang dia salah, tapi apakah keluarganya juga salah? Saat seseorang membully yang lebih lemah/anak2 kita sepakat mengatakan "stop bullying" tapi saat ini kita telah melakukan "bullying" itu sendiri. Berhentilah menjadikan hidup orang candaan, karna itu hidup. Mungkin hidupnya tidak berharga buatmu, tapi beharga buat orang lain . . , @dagelan @ngakakkocak @indolawak @sonyadepari @hidupbatakcom @komik_anakmedan #kutandaikau #armandepari#stopbullying #bully #medan #indonesia #polisi #polri #sonyadepari

A photo posted by Yannes Putra Simanullang (@yannesputra) on

SHARE