Kepala BPOM Tegaskan Bedak Johnson and Johnson Aman di Indonesia

0
626
roy

Kepala BPOM Tegaskan Bedak Johnson and Johnson Aman di Indonesia. Hari Rabu (16/3), Lembaga Konsumen Penang Malaysia (The Consumers Association of Penang/CAP) meminta untuk melakukan penarikan produk-produk bedak tabur Johnson & Johnson di Malaysia.

Ketua Pengurus Harian YLKI (Indonesian Consumers Organisation), Tulus Abadi ikut resah dan langsung melaporkannya kepada Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Ros Sparringa.


Tidak lama kemudian, Kepala Badan POM, Roy Sparringa kembali memberikan penjelasan melalui akun twitter pribadinya. Dimana produk yang menghebohkan di Amerika Serikat tidak masuk ke Indonesia. [Baca : Bedak Bayi Johnson & Johnson Sebabkan Kanker, Ini Tanggapan BPOM]

Menurutnya, ada 9 produk Johnson & Johnson di Indonesian tapi dipastikan kandungan talk sekitar 95-99% tanpa mengandug Asbestos, suatu senyawa berbentuk fiber yang diketahui penyebab kanker yang membahayakan.

Selain itu BPOM telah menguji Mutagenik terhadap produk bedak tabur bayi dan hasilnya tidak bersifat menimbulkan mutasi genetik. Produk lainnya juga telah diuji dan hasilnya negatif mengandung Asbestos.


Dengan demikian masyarakat jangan terpancing isu yang tidak benar. Percayakan kepada pemerintah yang telah mengawasi keamaanan produk obat dan makanan melalui BPOM. [Baca : Fakta Sebenarnya Bedak Tabur Mengandung Talk yang Sebabkan Kanker]