Kemenkes Tegaskan Vaksin Polio di PIN 2016 Bebas dari Bahan Babi

0
1113
vaksin babi
Gambar ilustrasi

Kemenkes Tegaskan Vaksin Polio di PIN 2016 Bebas dari Bahan Babi. Informasi yang kembali meresahkan masyarakat muncul terkait akan diadakannya Pekan Imunisasi Nasional khususnya untuk Vaksin Polio yang dikabarkan bersumber dari bahan Babi.

DIkutip dari situs resmi sehatnegriku.com, memberikan klarifikasi terkait beredarnya gambar bungkus vaksin polio yang bertuliskan “pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi” di media sosial, berikut adalah klarifikasi dari Kepala Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Oscar Primadi :

vaksin babi

1. Bungkus vaksin polio yang beredar di medsos dengan tulisan “pada proses pembuatannya bersinggungan dengan bahan bersumber babi” adalah vaksin polio suntik. Sedangkan yang digunakan pada Pekan Imunisasi Nasional 2016 adalah Vaksin Tetes.

2. PIN Polio 2016 menggunakan vaksin dengan bungkus bertuliskan “Oral Polio Vaccine” produksi Biofarma. Tidak ada tulisan apapun terkait bahan bersumber babi.

3. Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendukung program imunisasi di Indonesia, termasuk PIN Polio 2016 sebagaimana tercantum dalam fatwa MUI Nomer 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi yang ditetapkan pada 23 Januari 2016.

4. Pemerintah menghimbau kepada masyarakat Indonesia agar membawa anak-anaknya usia 0 sd 59 bulan ke Pos PIN terdekat pada tanggal 8-15 Maret 2016. PIN Polio 2016 bertujuan mencegah anak-anak Indonesia tertular virus Polio. Dengan imunisasi polio masyarakat akan mendapatkan kekebalan yang tinggi sehingga dapat mempertahankan status Indonesia Bebas Polio.

Jakarta, 5 Maret 2016
Kepala Biro Komunikasi & Pelayanan Masyarakat Kemenkes
OSCAR PRIMADI

Tahukah bidhuaners, hampir semua obat dalam proses produksinya pula bersinggungan dengan bahan organik seperti ethanol atau alkohol terutama bagi bahan yang tidak dapat larut dalam air. Tetapi hal itu tidak membuat obatnya di klaim haram. Apakah perlu ethanol dan sejenisnya juga tidak boleh digunakan selama proses pembuatan obatnya?