Perusahaan India Kembangkan Vaksin Zika, Di Indonesia Menunggu Birokrasi

0
663
virus zika

Perusahaan India Kembangkan Vaksin Zika, Di Indonesia Menunggu Birokrasi. Kasus Zika saat ini mulai diperhatikan dunia karena penyebarannya yang pesat ke berbagai negara non-endemik Zika. Termasuk perusahaan farmasi Bharat Biotech dari India yang mengklaim mengembangkan 2 kandidat vaksin untuk Zika.

Seperti dikutip dari nationalgeographic.co.idDi antara berita utama yang berisi kepanikan dan statistik yang mengkhawatirkan, akhirnya ada beberapa berita positif mengenai ledakan epidemi Zika. Sebuah perusahaan farmasi India telah mengklaim itu, mereka telah membuat kemajuan dengan mengembangkan dua kandidat vaksin untuk virus zika, yang sekarang dianggap sebagai masalah darurat kesehatan masyarakat global.

Dilansir Reuters, Bharat Biotech mengatakan vaksin telah dikerjakan sekitar satu tahun, sedikit lebih panjang dari wabah yang telah mengganggu Amerika Latin dan Karibia. Sementara patogen yang muncul ini, memang baru-baru saja mendapat perhatian di seluruh dunia, walau sebenarnya sudah ada sejak tahun 1940-an. Saat itu belum vaksin belum masuk daftar prioritas tinggi, karena fakta bahwa infeksi masih pada tahap ringan atau tanpa gejala pada kebanyakan orang.

Tidak seperti usaha reaktif saat ini, Bharat mengatakan mulai bekerja pada sebuah tembakan imunisasi selama upaya untuk menciptakan vaksin untuk dua penyakit lain, yakni demam berdarah dan chikungunya. Di samping demam kuning, semua ini adalah penyakit yang ditularkan melalui virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, kecuali chikungunya yang ditularkan dari keluarga virus yang sama yakni, Flaviviridae.

Dua vaksin yang Bharat kembangkan berbeda secara signifikan dalam cara mereka dibuat, meskipun rinciannya masih langka saat ini. Salah satunya adalah vaksin rekombinan, yang mengubah mikroba menjadi pabrik mini, merekayasa mereka untuk dikocok keluar dari bagian virus yang dapat memicu respon imun protektif ketika diberikan, atau jahitan gen virus yang menjadi pembawa berbahaya dalam tubuh. Metode lainnya melibatkan penggunaan virus hidup yang para peneliti nonaktifkan dengan panas atau bahan kimia, menyebabkan vaksin untuk tidak menyebabkan penyakit, tetapi mampu memicu respon imun.

Ini merupakan hal baik, mengetahui bahwa perusahaan tampaknya menguasai hal ini. Walaupun penting untuk dicatat bahwa vaksin masih butuh waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Bharat mengatakan vaksin siap untuk percobaan pada hewan dalam beberapa minggu, tetapi bahkan jika mereka berjalan dengan baik itu masih membutuhkan proses yang panjang untuk lisensi calon vaksin. Tetapi jika penelitian ini mendapatkan hasil yang positif, ada kemungkinan proses produksi dan lisensi vaksin dapat dipercepat seperti vaksin Ebola eksperimental. Suatu keputusan yang dibuat dalam menghadapi wabah yang menghancurkan

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Pusat Penelitian Flu Burung (AIRC) Universitas Airlangga sesumbar bisa temukan vaksin Zika dalam waktu 6 bulan jika pemerintah memerlukanya.

Seperti dikutip dari antaranews.com, Pusat Penelitian Flu Burung (AIRC) Universitas Airlangga membutuhkan waktu enam bulan untuk membuat vaksin Zika jika diperlukan pemerintah, karena hampir semua negara yang bisa membuat vaksin, pasti akan menawarkan dan mengikrarkan untuk membuat vaksin Zika.

“Kami hanya membutuhkan waktu selama enam bulan untuk bisa menghasilkan vaksin Zika, namun kami akan bekerjasama dengan industri vaksin nasional, seperti PT Bio Farma di Bandung, yang selama ini telah kerjasama dengan kami,” kata Ketua AIRC Universitas Airlangga, Chairul A Nidom, saat dihubungi, Minggu.

Ahli vaksin ini menjelaskan, pembuatan vaksin Zika lebih mudah dibandingkan vaksin DBD, yang sampai saat ini belum pernah dihasilkan. Karena struktur virus DBD rumit, seperti halnya perkembangbiakan nyamuk di daerah satu dengan lain yang berbeda.

“Vaksin DBD sampai saat ini memang sulit, namun untuk vaksin Zika kami siap memproduksinya karena kami telah membuat beragam vaksin terkait penyakit tropis yang pernah menjadi wabah di Indonesia seperti vaksin flu burung, vaksin Pandemic, vaksin MERS, dan vaksin flu haji dan umroh,” paparnya.

Ia mengatakan pada Mei mendatang, pihak itu juga siap bekerja sama untuk menghasilkan vaksin polio dan vaksin virus Rota yang selama ini masih belum diproduksi.

Dengan kemampuan para ahli di Indonesia, tambahnya masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu penyakit Zika karena virus ini bisa diantisipasi dengan menjaga daya tahan tubuh atau immune manusia yaitu mengonsumsi rempah-rempah berkulitas dalam makanan atau minuman. 

Ternyata Indonesia masih sibuk berasumsi dikala perusahaan di luar negeri seperti Takeda sudah memulai pengembangan vaksinnya. [Baca : Perusahaan Farmasi Takeda dan Sanofi Mulai Menguji Vaksin untuk Zika]