Penyakit Preeklampsia (Keracunan Kehamilan) : Penyebab, Gejala dan Cara Penyembuhannya

0
333
Penyakit Preeklampsia (Keracunan Kehamilan) Penyebab, Gejala dan Cara Penyembuhannya
Penyakit Preeklampsia (Keracunan Kehamilan) Penyebab, Gejala dan Cara Penyembuhannya

Bidhuan.com – Preeklampsia atau yang dulunya dikenal dengan istilah keracunan kehamilan ialah sebuah kondisi penyakit pasca melahirkan dengan risiko terburuk kematian. Tentu saja kondisi tersebut sebaiknya dapat di deteksi dan di kenali sedini mungkin oleh setiap ibu hamil agar dapat ditangani langsung secara intensif. Lalu, apakah penyebab terjadinya keracunan kandungan tersebut? Bagaimana sebenarnya pengertian keracunan kehamilan? Untuk mengetahui jawabannya, maka ikuti terus ulasan di bawah ini.

Penyakit seperti preeklampsia atau yang dulu dikenal dengan istilah keracunan kehamilan ini sebenarnya dapat menjangkit hampir seluruh ibu hamil. Penyakit yang mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu penyakit mematikan ini, baru baru bisa untuk di deteksi ketika usia kandungan memasuki masa trimester ketiga kehamilan.

Penyakit Preeklampsia atau Keracunan Kehamilan

Untuk itulah mengapa setiap ibu hamil sebaiknya memeriksakan kandungan secara rutin dan teratur. Tidak hanya untuk mengetahui kondisi janin di dalam kandungan saja, melainkan juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi keracunan kehamilan semenjak dini. Untuk informasi lengkapnya, berikut ini adalah pengertian, penyebab, dan tanda keracunan kehamilan.

Pengertian, Penyebab, dan Tanda Keracunan Kehamilan :

Pengertian, Penyebab, dan Tanda Keracunan Kehamilan
Pengertian, Penyebab, dan Tanda Keracunan Kehamilan
  • Pengertian Keracunan Kehamilan

Keracunan kehamilan atau yang kini dikenal dengan nama penyakit preeklampsia adalah sebuah kondisi pada ibu hamil dimana plasenta tidak berkembang sepenuhnya karena terdapat gangguan pada pembuluh darah. Plasenta tersebut gagal tertanam sempurna pada bagian dinding rahim hingga arteri pada bagian tersebut tidak terbuka.

Kondisi tersebut pada umumnya tidak akan terasa oleh ibu hamil dan baru akan terdeteksi ketika rutin memeriksakan kandungan. Jika tidak terdiagnosis, kondisi tersebut akan menyebabkan komplikasi yang sangat serius bagi ibu dan juga janin yang ada di dalam kandungan dengan risiko terburuk kematian.

  • Penyebab Terjadinya Keracunan Kandungan

Penyebab pasti dari keracunan kehamilan ini belum diketahui dengan jelas. Namun memang terdapat beberapa dugaan yang dapat menyebabkan kondisi keracunan kehamilan tersebut, beberapa diantaranya seperti :

  1. Gangguan aliran darah ke rahim
  2. Kerusakan pada pembuluh darah
  3. Kegemukan
  4. Gangguan sistem imum tubuh
  5. Hingga karena pola diet yang buruk

Selain itu, ada juga beberapa faktor yang beresiko menyebabkan seorang ibu hamil terjangkit preeklampsia atau keracunan kehamilan ini. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah :

  1. Kehamilan yang pertama
  2. Usia ibu hamil di bawah 20 tahun, atau bahkan di atas 40 tahun
  3. Riwayat penyakit yang sama pada kehamilan sebelumnya, atau riwayat keluarga
  4. Kehamilan kembar
  5. Obesitas atau kelebihan berat badan
  6. Jarak kehamilan yang terlalu jauh, di atas 10 tahun
  7. Ibu hamil memiliki riwayat penyakit hipertensi, migren, penyakit ginjal, diabetes, dll.
  • Tanda atau Gejala Keracunan Kehamilan

Jika tidak ingin terkena atau terjangkit penyakit keracunan kehamilan atau preeklampsia ini maka setiap ibu hamil juga wajib mengetahui gejalanya. Selain rutin periksa kandungan, ibu yang sedang hamil juga wajib mewaspadai beberapa gejala seperti :

  1. Tingginya kandungan protein pada urine
  2. Tekanan darah tinggi tanpa sebab
  3. Gangguan pada penglihatan
  4. Perasaan Nyeri tepat di bagian bawah tulang rusuk
  5. Sakit kepala yang parah
  6. Adanya edema atau timbunan cairan pada wajah, kaki, dan tangan, yang menyebabkan pembengkakan.
  • Penyembuhan Keracunan Kehamilan

Karena hingga kini belum terdapat obat khusus untuk mengatasi penyakit preeklampsia atau keracunan kehamilan, maka salah satu cara atau terapi yang dapat dilakukan adalah dengan proses persalinan. Jika kondisi kandungan pada penderita preeklampsia sudah di atas 37 minggu, maka proses persalinan sudah dapat dilakukan bayi dapat lahir dengan selamat.

Namun jika usia kandungan masih di bawah 37 minggu, maka proses persalinan tidak dapat dilakukan karena bukan merupakan jalan terbaik untuk kondisi kesehatan bayi. Untuk kondisi ini, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk membantu mengurangi gejala dan berat penyakit preeklampsia atau keracunan kehamilan ini.

Baca juga: Asam Mefenamat untuk ibu hamil, Aman Digunakan Tidak?

  • Keracunan Kehamilan Berujung Koma

Saat kondisi preeklampsia tersebut tidak dapat diatasi, maka kondisinya akan berlanjut pada kondisi yang lebih parah yakni eklampsia. Dalam fase ini, penderita biasanya akan mengalami kejang hingga tidak sadarkan diri. Kondisi saat tidak sadarkan diri tersebutlah yang dapat berujung menjadi koma, bahkan dengan risiko kematian jika bayi tidak segera dikeluarkan dari kandungan.

Setelah mengetahui informasi mengenai keracunan kehamilan di atas tadi, maka diharap setiap ibu hamil dapat lebih waspada dan berhati-hati. Semoga informasi kesehatan dan kehamilan di atas dapat menjadi sumber referensi yang membantu sekaligus bermanfaat untuk Anda semua, khususnya para ibu hamil.

Baca juga: HOAX! Sperma Anak 15 Tahun Tersebar di Kolam, 16 Gadis Hamil Tanpa Berhubungan