Ini Gejala yang Muncul Akibat Anak Terkena Vaksin Palsu

0
1394
Gejala vaksin palsu anak
Ilustrasi : Gejala vaksin palsu anak

Bidhuan.com – Beberapa hari ini media dihebohkan dengan terungkapnya kasus pembuatan vaksin palsu. Tentu saja terungkapnya kasus ini membuat para orang tua menjadi resah. Namun, hal ini jangan sampai dijadikan alasan bagi orang tua mengabaikan imunasasi anaknya.

Mengenai Gejala Vaksin Palsu Seorang Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD  mengatakan bahwa dampak dan resiko terburuk dari diberikannya vaksin palsu ialah akan membuat anak terkena infeksi. Hal ini terjadi, karena pembuatan vaksin palsu tersebut dilakukan dengan tidak steril. Akibat tidak steril pembuatannya, maka jelas bahwa kuman akan mudah masuk. Akibat dari masuknya kuman pada cairan vaksin akan menimbulkan infeksi.

Selain itu, pembuatan vaksin palsu tidak mengikuti mekanisme sebagaimana pembuatan vaksin yang asli sebagaimana dikutip Bidhuan.com dari Kompas health.

Beberapa gejala infeksi yang ditimbulkan akibat vaksin palsu ini diantaranya tubuh mengalami demam tinggi yang disertai laju nadi cepat, mengalami sesak napas dan anak akan susah makan.

Namun, orang tua tidak perlu khawatir jika anak mengalami demam saat sesudah di vaksin. Hal ini merupakan hal yang wajar. Sebab memang kebanyakan dari vaksin bisa membuat anak demam. [Baca juga: Begini Cara Vaksinasi Tanpa Jarum Suntik dengan Nanopatch]

Jika dalam 2 minggu setelah anak di vaksin dan gejala-gejala sebagaimana di sebutkan di atas tidak muncul. Berarti anak tidak terkena infeksi akibat vaksin palsu.

Efek lain dari disuntikkan nya vaksin palsu pada anak tergantung dari bahan apa yang dipakai dalam proses pembuatan vaksin palsu tersebut, ucap Dirga.

Yang perlu diingat disini ialah, jika anak mendapat vaksin palsu, tentu anak tersebut tidak akan mendapat efek dari perlindungan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan bahwa vaksin yang digunakan oleh IDAI berasal dari sumber yang benar. Vaksin yang diberikan di beberapa sarana kesehatan, termasuk juga puskesmas serta rumah sakit, aman untuk digunakan & dapat diperoleh dengan cuma-cuma.

Ketua Umum IDAI Aman Bhakti Pulungan melanjutkan, munculnya kasus vaksin palsu bukan dikarenakan tidak ada vaksin di lapangan. Vaksin dipalsukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab semata-mata dengan tujuan mendapat keuntungan ekonomi.

Apabila masyarakat curiga anak balitanya telah diberikan vaksin palsu, maka dapat segera melapor ke dokter anak terdekat supaya diobservasi resiko akibat dari vaksin palsu itu. Karena Efeknya bergantung pada bahan campuran pembuatan pada vaksin palsu itu.

SHARE