Disangka Mengakali Data Diagnosa, Dokter Ini Demo dan Sindir Verifikator BPJS

0
1977

Disangka Mengakali Data Diagnosa, Dokter Ini Demo dan Sindir Verifikator BPJS Kesehatan. Media sosial dijadikan sebagai tempat untuk menyampaikan opini dan menyebarkan informasi kegiatan yang dilakukannya. Hal ini dilakukan oleh seorang dokter di akun facebook pribadinya.

Dialah Yusdeny Lanasakti, statusnya pada 5 Maret 2016 mulai viral dan memunculkan berbagai komentar. Berikut adalah statusnya :

Tiada Dusta Antara Aku dan Kau Verifikator BPJS..

True Story Pagi Ini Gais..
Situ kudu ngerti ya masbrow, aku ini ga pernah terpikir untuk upcoding diagnosa pasien yg sakit demi mendapatkan klaim bpjs yg waooow…

waktuku itu habis buat 20% pasien dan 80 % mengisi rekam medis pasien biar klaim bpjs bisa diurus.. hahaha.. lho beneran iki, waktuku lebih banyak buat isi rekam medis dibandingkan aku sekedar bertanya kabar pasien..

Jadi, apa aku ga dongkol sampe dengkul cemot2x pagi ini.. saat… (to be continued)
sory gais, interupsi dikit..

Saat ada verifikator bpjs melayangkan “surat cinta” yang intinya menanyakan “indikasi rawat inap pasien SEHINGGA MENJADI DASAR VERIFIKATOR BPJS MELAYAKKAN..”
Jiamput, gedang godok, telo rambat, GETHUK..!!! mangkel pool ga..?

ceritanya gini, ini pasien gagal ginjal kronik yg perutnya ascites permagna alias perutnya bengkak keisi air kaya orang bunting. akibatnya tuh orang jadi sesak karena perutnya “kaya orang hamil”. lah ni pasien mau disedot cairan ascitesnya alias cairan perutnya.. 3 literan lah

menurut situ pemirsa, mungkin ada adik yg sekolah di SD atau smp.. ni pasien harus opname atau gimana dek..?

hahaha.. ini pasien kl tak cubles perutnya dan tak sedot cairannya di poli trs tak pulangkan.. n terjadi kenapa2 gimana? apa verifikator bpjs itu yg ntar dibilang “malpraktek”?.. jelas gak kan..

lagian bro verifikator, jika pasien ini BAPAKMU ATAU MBOKMU.. Mau tak perlakukan seperti maumu? ayo jawab.. mau ga? padahal di rekam media sudah ditulis diagnosa CKD StV + ascites permagna, tindakan: Evakuasi cairan ascites..

baca dan dirasa pake hati ga sih..?!!
so komentar resmiku adalah..
-pasien sesak, dilakukan evakuasi cairan ascites
-BILA DIANGGAP EVAKUASI CAIRAN ASCITES BISA DILAKUKAN DI POLI, MONGGO DIKERJAKAN SENDIRI..

situ ga usah nanya diagnosa untuk menyatakan layak klaim apa gak lah.. aku di gembleng guru2 terbaikku menjadi dokter yang PAKE NURANI..
so, kl menganggap aku bakalan diam liat fenomena ini..

SITU SALAH BESAR BOS..
Karena aku dibesarkan di jalan

Komentar di akun facebooknya pun bermunculan diantaranya

“Kalo verifikatore adlh tmn sejawat maka ada beberp kmgknn:
1. Gak pernh krja d rs alias g pernah ngopnamein px jd g bs tw mana indkasi opnm mana yg bkn
2. Trlalu “rajin” jmn jd mhswa or koas ny dl… jd sking rajin e smpe lp namany penatalaksanaan suatu diagnosa pnykt trtntu
3. Emg ditekan tuh dari pihak tmpt kerja nya dia alias bpjs e.. ben semaksimal mgkn kudu nekan klaim… ben klaim kluar mnimal.. klo bs gt dpt bonus tmbhan… ujubg2ny duit..hmm
4.. mgkn bs dtmbahi sendiri..
Tetap semangt tmn2 sjawat smw .” tulis Aufa

“Seharusnya Verifikator nya banyak membaca panduan supaya saat minta klarifikasi pertanyaannya berkualitas dan tidak meragukan kemampuan dan kejujuran… inilah efek negatif mengejar kuantitas untuk mendapatkan benefit/margin.
Yang salah ~> pimpinan BPJS , seorang medis yg belum mampu menerapkan logika medisnya untuk perusahaan” komentar Fuad.

SHARE