Ini Motif Bidan Elly Gunakan Vaksin Palsu di Jakarta Timur

0
651
Motif Bidan Gunakan Vaksin Palsu

Bidhuan.com – Hingga kini telah ditemukan setidaknya 10 bayi dan balita yang terindikasi mendapat vaksin palsu. Penyuntikan vaksin palsu tersebut dilakukan oleh seorang Bidan di Ciracas, Jakarta Timur bernaman M Elly Novita.

Dikutip dari Kompas, Nila F Moeloek selaku menteri kesehatan dan Komjen Ari Dono Sukmanto selaku Kepala Bareskrim Polri telah melihat kondisi dari 10 bayi dan balita yang terindikasi tersebut. Terhadap para bayi dan balita, hingga kini telah dilakukan proses pemeriksaan dan observasi oleh tenaga medis terkait untuk mencari tahu dampak yang diperoleh dari disuntikkannya vaksin palsu tersebut.

Dari pengakuan yang diperoleh para orang tua yang bayi nya terindikasi tersebut, kebanyakan dari mereka mengatakan dampak setelah  pemberian vaksin palsu anaknya menjadi sering muntah. [Baca juga: Ini Gejala yang Muncul Akibat Anak Terkena Vaksin Palsu ]

Hingga kini, isi dari vaksin palsu yang digunakan itu masih dalam proses pemeriksaan, Sehingga belum diketahui apa saja kandungan yang ada didalamnya.

Menurut Nila, jika vaksin palsu itu hanya mengandung cairan antibiotik dan infus, tentu vaksin itu tidak akan memberikan dampak berupa daya tahan virus akan suatu penyakit sebagaimana vaksin seharusnya. Vaksin yang biasanya dipalsukan ini, umumnya merupakan vaksin import yang tidak memberi dampak naiknya suhu tubuh anak.

Sehingga, tentu saja vaksin tersebut berbeda dengan vaksin gratis yang diberikan oleh pemerintah. Karena vaksin yang disediakan pemerintah dan dapat diperoleh di puskesmas mempunyai dampak menaikkan suhu tubuh pada anak.

Motif Penggunaan Vaksin Palsu
Saat ditanya mengenai Motif Bidan Elly mengapa menggunakan vaksin dari luar, ternyata tak jauh dari masalah ekonomi. Padahal kita tahu bahwa, para dokter dan bidan bisa mendapat vaksin secara gratis di puskesmas.

Ketika ditanya penyidik, darimana asal vaksin tersebut didapat. Elly mengakui bahwa vaksin itu ia peroleh dari Rian Kartawiyana yang merupakan distributor vaksin. Untuk harga yang harus dibayar tiap botol vaksin palsu ialah Rp 300.000. Kemudian Elly menjual kepada pasien seharga Rp 325.000- Rp 350.000 per botolnya.

Elly mengaku telah menggunakan Vaksin palsu sejak tahun 2014.

Keterlibatan Elly terungkap setelah Rian Kartawiyana yang merupakan distributornya tertangkap. Kepada Komjen Ari Dono Sukmanto, Rian sendiri mengatakan, vaksin palsu tak hanya ia distribusikan ke klinik Elly. Namun, pada sejumlah klinik yang ada di 7 Wilayah Indonesia.

Hingga kini sudah ditemukan 6 jenis vaksin yang telah dipalsukan, beberapa diantaranya ialah vaksin BCG, vaksin vampak dan vaksin hepatitis A dan B. Pendalaman kasus vaksin palsu masih terus dilakukan, karena munculnya berbagai dugaan bahwa produsen nya tak cuma pasangan suami istri yang telah ditangkap sebelumnya. Namun, masih ada produsen lainnya lagi

SHARE