Akhirnya Kemenkes Bongkar Daftar Lengkap 14 Nama Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu

0
318
Daftar Lengkap Nama Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu
Daftar Lengkap Nama Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu / Sumber gambar :merdeka.com

Bidhuan.com – Kembali berbicara mengenai kasus vaksin palsu yang sempat menghebohkan beberapa minggu lalu. Kemarin, tanggal 14/7/2016 Komisi IX DPR mulai melanjutkan kembali rapat dengan Kementrian Kesehatan mengenai kasus vaksin palsu. Dalam rapat ini, Kementrian kesehatan kembali ditanyakan mengenai nama-nama dari Rumas Sakit yang telah menggunakan vaksin palsu tersebut.

Perlu diketahui, Kementrian Kesehatan sebelumnya telah mendapat kritik mengenai hal ini. Sebab hanya memberikan inisial-inisial dari nama “Rumah Sakit Pengguna Vasin Palsu“.

Namun kini Nila F. Moeloek selaku Menteri Kesehatan mau membuka nama-nama Rumah Sakit ini. Daftar tersebut berisi 14 Fasilitas Kesehatan atau rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu.

Data ini dibuka dalam slide presentasinya pada Rapat di Gedung DPR tersebut. Dalam Rapat ini juga dihadiri perwakilan dari Biofarma, Bareskrim, BPOM dan IDAI. Mengenai Data tersebut, sumbernya didapat dari hasil temuan oleh Satgas yang telah bertugas sebulan ini.

Berikut Daftar Lengkap Nama Rumah Sakit Pengguna Vaksin Palsu:

  1. Karya Medika, Tambun
  2. Elisabeth, Narogong, Bekasi
  3. Kartika Husada, Jalan MT Haryono, Bekasi
  4. Harapan Bunda. Kramat Jati, Jakarta Timur
  5. Bhakti Husada, Terminal Cikarang
  6. Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi
  7. Multazam, Bekasi
  8. Hosana Bekasi, Jalan Pramuka
  9. Sentral Medika, Jalan Industri Pasir, Gombong
  10. RSIA Gizar, Villa Mutiara, Cikarang
  11. Hosana Lippo, Cikarang
  12. RS Dr. Sander, Cikarang
  13. Permata Bekasi
  14. RSIA Puspa Husada

Pada Daftar diatas, dapat diketahui bahwa mayoritas dari nama rumah sakit pengguna Vaksin Palsu yang telah dibuka ada di wilayah Jabodetabek, terutama Bekasi.

Padahal sebagaimana diberitakan sebelumnya, vaksin palsu dinyatakan telah tersebar di 9 Provinsi yang ada di Indonesia. Salah satu Anggota Komisi IX yang bernama Saleh Dauley pun mempertanyakan mengenai hal tersebut dan meminta Nila F. Moeloek untuk menjelaskan nya. Namun sayang update mengenai hal ini belum bisa kami dapatkan.

Diharapkan semoga kedepannya dapat segera terungkap seluruh jaringan vaksin palsu ini, mulai dari orang-orang yang terlibat,produksi dan distribusi  peredarannya. [Baca juga: Daftar Baru 24 Kosmetik Berbahaya yang Ditemukan BPOM ]