Gara-gara Dijilat Anjing, Wanita di Inggris Terinfeksi Bakteri Mematikan

0
523
Infeksi Bakteri Capnocytophaga canimorsus akibat Jilatan Anjing

Bidhuan.com Memelihara anjing sudah menjadi hobi tersendiri bagi sebagian orang. Anjing tak hanya dikenal sebagai hewan yang penurut, namun ia juga mampu di diajari berbagai keterampilan tertentu. Salah satu cara hewan ini menunjukan rasa cinta pada si pemiliknya biasanya dengan “menjilat”. Namun, tahukah kamu jika dalam liur hewan ini bisa terdapat bakteri berbahaya yang mematikan?

Belum lama ini seorang wanita lansia di Inggris terinfeksi bakteri mematikan bernama Capnocytophaga canimorsus. Ia terinfeksi setelah dijilat oleh anjing peliharaanya sendiri. Akibat dari bakteri tersebut, kini ia hanya mampu untuk duduk lemas di kursi, bahkan saat berbicara pun tak jelas.

Dokter yang menangani pasien ini awalnya mengira jika pasien terserang penyakit epilepsi, sebagaimana dilaporkan BMJ Case Reports. Namun, tampaknya dugaan tersebut salah. Di hari ke 4 saat pasien di rumah sakit kondisi nya malah makin memburuk. Hal ini ditandai dengan meriang disertai deman yang tinggi serta tes yang menunjukkan ia secara tiba-tiba mengalami gagal ginjal.

Dalam hasil tes darah pada pasien tersebut, ternyata ditemukan “bakteri berbahaya Capnocytophaga canimorsus“. Setelah diketahui demikian, Dokter langsung mengubah status pasien ini menjadi sepsis parah. Sepsis merupakan suatu keadaan infeksi yang memiliki potensi mengancam nyawa, sebab menimbulkan komplikasi.

Dokter menduga si pasien terjangkit oleh bakteri Capnocytophaga canimorsus ketika dijilat oleh anjing peliharaanya. Akibat dari jilatan tersebut, air liur anjing yang mengandung bakteri kemudian masuk melalui luka halus yang ada di kulit si pasien.

Sehingga dalam laporannya, Dokter menyatakan bahwa “Infeksi akibat Bakteri Capnocytophaga canimorsus bisa saja terjadi tanpa ada sebuah gigitan atau luka cakar” sebagaimana dikutip dari Live Science.

Dan perlu diketahui juga, ternyata Bakteri ini lebih beresiko untuk menginfeksi para lansia.

Kabar baiknya, kini Wanita Inggris tersebut telah pulih dan sudah pulang kerumahnya kembali. Setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit dan pengobatan antibiotik selama satu bulan.