Pengertian Penggunaan Obat Rasional dan 8 Indikator Pentingnya

0
651
Pengertian Penggunaan Obat Rasional dan 8 Indikator Pentingnya
Pengertian Penggunaan Obat Rasional dan 8 Indikator Pentingnya

Bidhuan.com – Pengertian penggunaan obat rasional merupakan istilah yang diberikan untuk memaksimalkan fungsi obat sesuai dengan dosis dan kebutuhan klinis. Masing-masing individu memiliki kebutuhan obat yang cukup berbeda. Bahkan, dosis yang diberikan melalui berbagai obat-obatan biasanya akan disesuaikan dengan kondisi penyakit yang diderita. Hal ini dilakukan untuk mencegah kelebihan dosis dari seluruh obat yang dikonsumsi dengan jumlah tertentu. Bahkan, organisasi kesehatan dunia atau WHO juga menganjurkan penerapan obat rasional terhadap seluruh pasien di seluruh dunia.

WHO mengungkapkan bahwa penggunaan obat rasional diterapkan bila pasien menerima pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan klinisnya. Obat yang diberikan juga disesuaikan dengan dalam dosis dan periode yang telah disesuaikan. Sehingga masyarakat atau pasien ini juga akan mengeluarkan biaya yang tidak terlalu mahal dan bahkan sangat terjangkau. Cara seperti ini juga sangat efektif untuk menurunkan jumlah pasien yang mengalami over dosis terhadap obat yang dikonsumsi. Hal yang harus anda ingat adalah jumlah obat yang terlalu banyak dikonsumsi tidak akan menjadi solusi terhadap penyembuhan penyakit secara lebih cepat. Bahkan, beberapa obat yang termasuk dalam kategori cukup keras juga membutuhkan penyesuaian kondisi seluruh tubuh anda.

Indikator penggunaan obat rasional

Anda juga harus mengetahui beberapa indikator penggunaan obat rasional yang sering diterapkan kepada pasien pada pengobatan rasional. Hal ini menjadi pertimbangan bagi banyak dokter hingga apoteker untuk memberikan jumlah, jenis hingga dosis yang sesuai dengan kebutuhan.

Indikator penggunaan obat rasional
Indikator penggunaan obat rasional

Bahkan, pertimbangan ini akan membuat anda mendapatkan hasil penyembuhan yang lebih cepat tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar.

Beberapa indikator yang menjadi pertimbangan bagi dokter dan apoteker seperti:

  1. Diagnosis yang tepat terhadap penyakit yang diderita

Pemberian obat yang diberikan kepada pasien melalui dokter atau apoteker sebaiknya disesuaikan terhadap penyakit yang diderita. Diagnosis ini juga memudahkan anda untuk mengkonsumsi obat yang memang dibutuhkan. Misalnya saja diagnosa penyakit sakit kepala tentu akan membutuhkan obat yang meredakan sakit kepala. Hal ini diterapkan untuk memberikan metode penyembuhan yang lebih cepat dengan menentukan pilihan obat yang lebih baik. Selain itu, diagnonis yang dilakukan seperti ini juga memberikan pengaruh terhadap dosis yang diberikan

  1. Memilih jenis obat yang sesuai dengan kebutuhan

Masing-masing penyakit tentu akan membutuhkan obat yang sesuai. Apalagi hal ini memudahkan anda untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Ada banyak pilihan jenis obat yang sama namun dengan fungsi yang berbeda. Biasanya hal ini disesuaikan dengan komposisi dari bahan terkandung di dalam obat seperti ini.

Anda harus mendapatkan penjelasan yang lebih rinci terhadap jenis obat yang diberikan. Biasanya penjelasan seperti ini juga memberikan kemudahan bagi anda untuk menentukan obat yang memberikan efek lebih baik terhadap penyembuhan. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi jenis obat berbeda yang memiliki fungsi sama. Hal ini justru akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh anda.

Baca juga: Hati-hati! Sebelum Terapi Antibiotik, Pahami Dulu Tentang Resistensi Antibiotik

  1. Indikasi penyakit dengan jenis obat yang diberikan

Sebelum memberikan obat, dokter dan apoteker selalu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Pemeriksaan seperti ini untuk memudahkan pemberian jenis obat dan indikasi yang terjadi terhadap penyakit anda. Apalagi masing-masing penyakit membutuhkan pengobatan yang cukup berbeda.

Selain itu, diagnosis seperti ini juga memberikan kesempatan bagi dokter untuk memberikan saran terbaik terhadap seluruh pilihan jenis obat yang sangat baik untuk dikonsumsi selama menderita penyakit itu.

  1. Pemberian obat kepada pasien yang memang membutuhkan

Pasien yang menderita penyakit tertentu akan membutuhkan perawatan dan obat yang sesuai. Tentu saja pemberian jenis obat ini akan disesuaikan melalui usia, kondisi fisik hingga jenis penyakit yang diderita. Apalagi saat ini ada beberapa jenis obatan yang ditujukan hanya bagi anak-anak saja atau dewasa saja.

Selain itu, tidak seluruh jenis obat bagi dewasa dapat diterapkan untuk anak-anak. Sehingga anda membutuhkan saran dokter untuk mendapatkan jenis obat yang sesuai.

  1. Dosis yang tepat melalui obat yang diberikan

Pemberian obat kepada pasien juga akan disesuaikan dengan dosis yang diberikan. Biasanya perhitungan dosis ini akan ditentukan melalui jenis dan lama penyakit itu diderita. Hal ini dilakukan untuk menghindari over dosis pada pasien dan memberikan kemudahan bagi pasien tentang obat yang terjangkau.

  1. Tata cara dan durasi pemberian obat

Informasi ini akan dibutuhkan seluruh pasien saat akan mengkonsumsi obat. Biasanya hal ini akan berkaitan dengan jumlah obat yang dikonsumsi selama satu hari atau saat pasien masih menderita penyakit itu.

Baca juga: Jika Beli Obat di Apotek, Ini 5 Hal Yang Harus Ditanyakan Kepada Apoteker

  1. Harga yang dibanderol pada masing-masing obat

Saat ini sudah banyak obat yang memiliki keterangan resmi tentang harga yang dibanderol pada jenis obat. Namun, keterangan ini biasanya diterapkan untuk obat generik. Bila anda mendapatkan obat yang berasal dari dokter, selalu biasakan untuk menanyakan harga dari obat itu. Ini untuk menghindari harga tidak wajar pada seluruh obat yang diberikan.

  1. Penjelasan tentang efek samping dari obat untuk pasien

Tentu saja banyak obat yang anda konsumsi akan memiliki efek samping. Biasanya keterangan ini akan diberikan pada kemasan obat yang dikonsumsi. Namun, anda juga bisa bertanya kepada Dokter atau Apoteker secara langsung tentang efek samping yang akan diterima bila mengkonsumsi seluruh obat itu. Efek samping biasanya dirasakan dalam waktu yang cukup lama.

loading...

Baca juga: Obat Tidak Akan Efektif Sembuhkan Penyakit Karena 4 Hal Ini