Situs Halo Apoteker Indonesia Menjawab Kebutuhan Masyarakat Terkait Info Obat

0
2449
Situs Halo Apoteker Indonesia Menjawab Kebutuhan Masyarakat Terkait Info Obat

Situs Halo Apoteker Indonesia Menjawab Kebutuhan Masyarakat Terkait Info Obat. Perkembangan teknologi digital membuat sedikit perubahan paradigma bagi masyarakat dalam menerima informasinya, kini media online melalui website akan lebih mudah diterima masyarakat dalam setiap penyebaran informasinya.

Oleh karenanya, saat ini telah hadir sebuah situs Halo Apoteker Indonesia (HAI) yang beralamat di haloapoteker.id yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat tentang informasi obat-obatan.

Dikutip dari websitenya, HAI merupakan portal utama pelayanan informasi dan konsultasi obat. HAI memiliki 3 misi, yakni :

  • Terdepan melayani: HAI menjadi garda terdepan dalam pelayanan informasi obat untuk masyarakat Indonesia,
  • Tepat informasi: HAI menjamin validitas, ketepatan, dan keakuratan informasi
  • Cepat memberi: HAI bersikap tanggap dan responsif untuk menjawab kebutuhan informasi obat masyarakat Indonesia

Bidhuan.com mencoba menelusuri siapa dibalik situs HAI melalui wawancara eklusif bersama para pengelolanya.

“Ide HAI ini awalnya diikutkan dalam lomba karya tulis ilmiah tingkat nasional. Kemudian direalisasikan oleh 3 mahasiswa dari Unpad (Universitas Padjadjaran) yakni saya sendiri, Mentary Sonaya dan Tazyinul Qoriah Alfauziah” Ujar Nadiya Nurul Afifah ketika dihubungi bidhuan.com.

“Pada tahap persiapan, dilakukan kerjasama dengan Kholid Abdul Hafidz, Freddyhan Suhargo, dan Fransisca Fortunata dari UI (Universitas Indonesia) karena kita memiliki ide dan visi misi yang sama. Dan sampai saat ini, kami didukung oleh dosen-dosen dari Unpad yang tergabung dalam tim Apoteker HAI.” lanjutnya.

Seperti tertulis di haloapoteker.id, aksesibilitas masyarakat terhadap apotek dan sikap responsif adalah faktor keberhasilan dari pelayanan kesehatan. Dimana aksesibilitas dapat dilihat dari rasio apotek yang ada terhadap masyarakat. Data rasio apotek-masyarakat dari kemenkes pada tahun 2015 menjelaskan bahwa aksesibilitas masih kurang baik yaitu sebesar 1:7000.

“HAI mencoba menjawab permasalahan tersebut dengan pelayanan yang bersifat komprehensif, yaitu edukasi kesehatan, pelayanan konsultasi, dan informasi obat berbasis online.” terangnya.

Menurutnya respon pengunjung terhadap situs ini sangat positif, terlihat dari follower di facebooknya yang telah mencapai lebih dari 8 ribu. Bukan hanya itu lewat Official Account (OALine telah mencapai lebih dari 5 ribu orang.

“Alhamdulillah responnya positif, respon terhadap OA line sangat bagus. Dari masa sebelum launching, follower hampir mencapai 1rb. Dan saat ini, follower OA HAI menembus angka 5rb.” katanya.

“Di OA line, kami menyediakan pelayanan informasi mengenai obat. Tiap harinya rata-rata ada 20 pertanyaan yang masuk, berasal dari siswa, mahasiswa, apoteker, rekan sejawat kesehatan, dan masyarakat umum.” lanjutnya.

“Begitu juga dengan Facebook. Sebelum launching memang follower masih sedikit. Namun setelah kami meluncurkan artikel “apa itu apoteker”, follower terus bertambah. Respon terhadap web. Sampai saat ini, web kami dikunjungi oleh 13rb pengunjung.” tambahnya

“Ke depannya, insya Allah kami akan membuka live-chat dengan apoteker di situs haloapoteker.id” tutupnya ketika ditanyakan langkah kedepannya untuk situs HAI.

SHARE