Karakter Apoteker Bang Parma Kembali Muncul Mengedukasi Masyarakat

0
1571

Karakter Apoteker Bang Parma Kembali Muncul Mengedukasi Masyarakat. Tahukah bidhuaners? saat ini sebenarnya telah muncul karakter seorang Apoteker yang dinamakan Bang Parma. [Baca : Keren! Perkenalkan Profesi Apoteker dengan Karakter Kartun Bang Parma]

Nah ternyata hingga saat ini Bang Parma sering muncul untuk mengedukasi masyarakat di situs project-em.com, situs dimana karakter Bang Parma ini terlahir.

Dalam situs tersebut Bang Parma memberikan wejangan mengenai Swamedikasi, Antibiotik, Batuk, Diare, dan Diare Untuk Anak. Berikut adalah beberapa contohnya.

  1. Swamedikasi
swamedikasi
sumber : project-em.com

Pernah gak kalo sakit kepala terus langsung ke warung atau apotik untuk membeli obat sakit kepala yag biasa dibeli? Dalam dunia kesehatan itu disebut sebagai swamedikasi atau dalam bahasa inggrisnya self-medication.  Menurut Sukasediati (1999) swamedikasi adalah upaya dari masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri. Bahkan di negara kita ada persentase yang cukup besar terkait dengan swamedikasi ini yaitu 60% dari masyarakat Indonesia melakukan swamdikasi dengan obat pertama kali jika terkena sakit (Suryawati. 1997)

Yang jadi permasalahan tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan mengenai apa saja yang harus diperhatikan saat membeli obat, terlebih sebagian besar membeli obat di warung yang tidak memungkinkan menanyakan hal yang tidak dimengerti kepada apoteker.

2. Antibiotik

Bulan November WHO mengkampanyekan Minggu Kesadaran Penggunaan Antibiotik, simak komik Bang Parma yuk!

antibiotik
sumber : project-m.com

3. Batuk

Batuk sebenernya apa sih?
Batuk bisa dihindari?
Bagaimana cara mengatasi batuk?
Bagaimana cara mengatasi batuk tanpa obat?

​Simak cerita soal batuk yuk dari Bang Parma,

batuk
sumber : project-m.com

4. Diare pada Anak

diare
sumber : project-em.com

Anak yang menderita diare tetapi tidak mengalami dehidrasi harus mendapatkan cairan tambahan dirumah untuk mencegah dehidrasi. Jika anak msih menyusui ASI, pemberian ASI harus terus dilakukan. Pada penanganan diare dirumah, ada 4 hal yang dapat dipelajari para ibu.

  1. Beri cairan tambahan
  2. Beri tablet zinc
  3. Pemberian makanan dan ASI tetap dilanjutkan
  4. Ibu melakukan kunjungan ulang ke dokter
SHARE