Begini Kegiatan Sehari Seorang Mahasiswa Apoteker di Amerika Serikat

0
4310
apoteker

Begini Kegiatan Sehari Seorang Mahasiswa Apoteker di Amerika Serikat. Kuliah untuk menjadi seorang Apoteker terkenal lama dan sulit di Indonesia. Lalu apakah hal ini terjadi di negara yang memiliki gaji tertinggi di dunia bagi seorang Apoteker? [baca : 9 Negara dengan Gaji Apoteker Tertinggi, Bagaimana dengan Indonesia].

Alex Barker, PharmD yang lulus dari Ferris State University, Michigan, Amerika mengemukakan pengalamannya di situs pharmacytimes.com. Berikut adalah kegiatan yang biasa dilakukan setiap harinya :
 
Alarm berbunyi untuk keempat kalinya, jam 07:15 pagi. Ketika meregangkan lengan dan kaki, maka akan merasakan kelelahan. Kemudian melihat jam untuk terakhir kalinya dan meyakinkan diri sendiri untuk bangun.

Saat menggosok mata, akan ingat hal terakhir yang dilakukan tadi malam: belajar sampai 02:00 untuk ujian farmakokinetik pada hari Rabu. Seakan tidur selama akhir pekan terlewatkan karena tes. Plus, menghadapi tes farmakologi Jumat lalu, jadi belum mendapatkan tidur malam yang baik di akhir pekan.

Anda memiliki 45 menit untuk sampai ke kelas 08:00, sehingga bergegas ke kamar mandi untuk membereskan tempat tidur dan sikat gigi. Pastinya terburu-buru ke kelas, dengan sebelumnya sarapan pagi biskuit dan pisang.

Anda memiliki 3 kelas Senin pagi ini: farmakokinetik, farmakologi, dan manajemen. Akan senang itu bukan hari Selasa, karena pada hari Selasa, akan menghadapi 3 jam kelas dan 3 jam praktikum di laboratorium setelah makan siang.

Ketika duduk di kelas, akan teringat bahwa Anda tertinggal mata kuliah farmakologi hanya karena anda telah menghabiskan semua waktu ekstra untuk belajar ujian farmakokinetik. Anda takut farmakokinetik karena tidak dapat memahami profesor.

kelas jam 09:00 membosankan, karena begitu lelah dan tidak memiliki semangat untuk belajar materi baru ini. Hanya bersemangat tentang tidur siang.

Kelas terakhir untuk hari (manajemen) sangat mudah, tapi itu membosankan. Profesor itu tampaknya seperti tidak menyukai mata kuliahnya.

Sekarang, waktunya makan siang. Makan ramen untuk makan siang dan saatnya berjalan ke perpustakaan kampus, di mana Anda menghabiskan 2 jam berikutnya belajar untuk farmakokinetik.

Pada jam 03:00 sore, harus bersiap-siap untuk shift malam di program magang. Pulang ke rumah, makan, dan memperbaiki diri sedikit lebih baik, dengan memakai pakaian kerja.

Kemudian pergi ke apotek ritel, disini benar-benar bisa membantu pasien karena manajer apotek memungkinkan Anda memberikan edukasi terhadap pasien dan mempraktekan sesi manajemen terapi obat tidak seperti teori yang diungkapkan profesor.

Terkadang ada pasien marah sesekali, tapi semua bisa dikenalikan dan di tempat ini benar-benar bisa menikmati apa yang Anda lakukan. Anda bekerja dengan seorang apoteker yang besar yang membantu Anda memecahkan masalah, dan Anda bergaul dengan para dokter.

Ketika jam mencapai 21:00, itu sinyal akhir hari kerja Anda. Anda memiliki realistis 3 sampai 4 jam tersisa di hari Anda untuk belajar tes farmakokinetik pada hari Rabu, tapi kondisi tubuh sudah tidak memungkinkan untuk belajar.

Dua jam berubah menjadi 3, dan tiba-tiba, jam menunjukan Pk. 02:00. Mengingat bahwa Anda memiliki kelas lagi dalam 7 jam, saatnya tidur.

Pengalaman khas di setiap sekolah farmasi akan berbeda dari hari-hari. Beberapa hari yang lebih mudah daripada skenario di atas, sementara yang lain lebih sulit.

Di Amerika, pendidikan Apoteker bergabung dengan kurikulum sarjana mahasiswa farmasi selama 6 tahun, oleh karenanya di tingkat akhir akan menghadapi kerja praktek profesi kemudian diakhiri dengan ujian kompetensi Apoteker untuk mendapatkan lisensi Apoteker di setiap negara bagiannya, sebagai contoh dinamakan tes NAPLEX (The North American Pharmacist Licensure Examination).

Jumlah mahasiswa lulus setiap sekolah Farmasi bervariasi dalam melewati ujian ini, tapi secara keseluruhan, lebih dari 95% dari siswa lulus NAPLEX tersebut.

Bidhuan.com mengundang para mahasiswa farmasi dan apoteker untuk bercerita dan berbagi pengalamannya bisa menggunakan fitur http://bidhuan.com/kirim-artikel/ atau e-mail bidhuan@gmail.com. Ceritakanlah pengalaman bidhuaners agar apa yang telah dilaluinya mendapatkan manfaat bagi orang banyak.

SHARE