Ternyata 2 Kompetensi Ini yang Sebabkan Apoteker Tidak Profesional

0
2507
apotek

Ternyata 2 Kompetensi Ini yang Sebabkan Apoteker Tidak Profesional. Seorang Dosen Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta ,Yosef Wijoyo SSi Apt MSi, meneliti tentang pengembangan strategi pembelajaran dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa calon Apoteker.

Dari penelitian ini pula dirinya berhasil menyandang gelar doktor di Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, pada hari Senin (22/2/2016). Menurutnya saat ini praktek para Apoteker di Apotek belum sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian yakni belum menguasai kompetensi farmakoterapi dan keterampilan komunikasi sehingga dianggap belum profesional.

Seperti dikutip dari tribunews.com, Yosef mengatakan masyarakat saat ini menuntut peran nyata apoteker dalam pelayanan kesehatan di apotek dan komunitas.

Untuk dapat melakukan standar pelayanan tersebut apoteker diharapkan memiliki kompetensi farmakoterapi dan komunikasi.

Kinerja apoteker diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang obat, mampu memberikan penjelasan tentang tujuan pengobatan, cara penyimpanan obat, kemungkinan efek samping beserta penuntasannya.

“Informasi pentingnya penggunaan obat secara teratur dengan aturan pakai dan kesiapan apoteker memberikan saran apabila diminta oleh konsumen harus dimiliki,” ujarnya.

Namun demikian kinerja apoteker menurutnya belum sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di apotek.

Masih terdapat kesan bahwa apoteker belum profesional karena belum menguasai kompetensi farmakoterapi dan keterampilan komunikasi.

“Penguatan kompetensi farmakoterapi dan keterampilan komunikasi mahasiswa profesi apoteker sangat diperlukan,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa profesi apoteker, Yosef mengatakan diperlukan pengembangan pembelajaran berbasis paradigma pedagogi reflektif (PPR) yang dinilai mampu menumbuh kembangkan pribadi mahasiswa menjadi pribadi berkemanusiaan.

Bagi para bidhuaners yang saat ini bekerja dan langsung berinteraksi dengan pasien di Apotek benarkah saat ini merasa belum profesional?