Sering ditolak Apoteker, Dokter Hewan Sarankan ada Apotek Obat Hewan

0
1395

Sering ditolak Apoteker, Dokter Hewan Sarankan ada Apotek Obat Hewan. Semakin banyaknya hewan peliharaan dan ternak layaknya di negera maju membuat keberadaan klinik dokter hewan semakin penting adanya. Terlebih saat ini para Dokter Hewan memiliki masalah serius dalam pengadaan obat dengan dosis khusus untuk hewan di Apotek.

Seperti dikutip vetnews.co, kelangkaan obat hewan impor, yang dituding menjadi kendala para dokter hewan dalam menjalankan praktiknya, tampaknya sudah menjadi kekhawatiran luar biasa di kalangan para dokter hewan. Sehingga, perlu dicari jalan keluarnya untuk mengatasi permasalahan ini.

Berbagai macam masukan dan saran telah dilontarkan oleh para dokter hewan. Salah satunya, drh. Ratna Widyawati, M.Vet. Ia menghimbau agar Pemerintah menyediakan apotik khusus obat hewan. Apotik khusus obat hewan ini, bertujuan untuk meminimalisir penggunaan obat manusia yang digunakan kepada hewan.

Dokter hewan yang praktik di klinik Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Jawa Timur, ini mengaku memiliki mengalaman yang tidak mengenakan, ketika resepnya ditolak oleh apotik manusia, tanpa adanya alasan yang jelas.

“Terkadang apoteker di apotik manusia menolak resep dari dokter hewan, karena mungkin dosisnya yang terlalu sedikit. Ini kejadian di Surabaya,” ungkapnya kepada VETNEWS.CO, belum lama ini.

Berbekal dari pengalaman yang tidak mengenakan itu, dokter Ratna kini lebih memilih memberikan obat hasil racikannya sendiri kepada pasien yang datang ke kliniknya, ketimbang menuliskan resep untuk ditebus ke apotik manusia.

Dokter muda berparas cantik ini membuka praktik mandiri di rumahnya yang terletak di daerah Taman Pondok Jati, Surabaya, Jawa Timur. Ia juga sering menyarankan pemilik hewan yang berkunjung ke kliniknya, untuk memberikan vitamin anak ke hewan kesayangannya.

Oleh karena itu, wanita yang telah menamatkan pendidikan S-2 nya di Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya, Jawa Timur, ini menuturkan, tidak sedikit rekan sejawatnya sesama dokter hewan itu menggunakan obat manusia sebagai alternatif yang digunakan kepada hewan.

“Selain faktor harga obat hewan yang mahal. Obat manusia, banyak sekali variannya dan juga banyak yang paten dan cocok digunakan kepada hewan. Yang paling pentingkan kan, peraturan dosisnya yang harus tepat,” ungkapnya.

Sebagai dokter hewan, ia menyarankan agar pemilik hewan kesayangan tidak asal sembarangan memberikan obat manusia ke hewan tanpa aturan dosis yang tepat. Soalnya, ia memiliki pengalaman ada hewan yang datang ke kliniknya, belum diperiksa sudah mati. Diduga, sebelum di bawa ke klinik, hewan itu sudah dikasih obat manusia oleh pemiliknya, tanpa dosis yang tepat.

Di Amerika sendiri telah ada Apoteker khusus menangani hewan yang disebut veterinary pharmacist, yakni seorang Apoteker yang dilatih keterampilannya untuk dispensing obat hewan dan persediaannya serta memberikan saran untuk pemilik hewan peliharaan dan ternak.

sekolah farmasi
http://www.vpep.net/

Salah satu tempat sekolah khusus dan nama programnya adalah the RPSGB Veterinary Pharmacy Education Programme. Obat-obat khusus untuk hewan pun tersedia di rak khusus setiap apoteknya. Sudah perlukah di Indonesia untuk mengadakannya?

SHARE