Gagal Menjadi Dokter, Akhirnya Putra Kapolri Lulus Menjadi Apoteker

0
1925
apoteker

Gagal Menjadi Dokter, Akhirnya Putra Kapolri Lulus Menjadi Apoteker. Mungkin banyak diantara bidhuaners yang sebenarnya bercita-cita menjadi seorang Dokter, namun nasib berkata lain sehingga harus bangga menjadi seorang Apoteker. Hal ini terjadi pula dengan Fakhri Subhana Haiti, putra Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Badrodin Haiti.

Pada awalnya Fakhri diminta orang tuanya untuk meneruskan karir orang tuanya di akademi kepolisian (Akpol). Beruntung Fakhri diterima di Perguruan Tinggi Negeri yakni Universitas Indonesia sebagai syarat jika tidak ingin masuk Akpol, walau angannya menjadi Dokter tidak tersampaikan akhirnya Fakhri baru saja disumpah menjadi seorang Apoteker.

Seperti dikutip dari viva.co.idFakhri menempuh pendidikan profesi apoteker selama setahun hingga akhirnya resmi diwisuda di UI, Sabtu, 6 Februari 2016. Sang ayah terlihat hadir dalam upacara wisuda yang dipimpin oleh Rektor UI, Muhammad Anis, tersebut.

Sebelumnya, Fakhri mendapatkan gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi UI. Dia menuturkan, pendidikan profesi berbeda dengan pendidikan sarjana yang sebelumnya sudah diraih beberapa waktu lalu.

“Kalau profesi itu satu semester teori dan satu semester lagi praktik. Masa studinya setahun,” ucapnya.

Selama praktik, Fakhri yang memiliki IPK di atas 3 itu menjalankannya di instansi dan industri. Dia sempat praktik di Suku Dinas Jakarta Timur, Actavis, dan Kimia Farma. Setelah lulus, Fakhri mengaku ingin terjun ke industri.

Keinginan Fakhri bukan tanpa alasan, ia sengaja menggeluti dunia farmasi ketimbang harus mengikuti jejak sang ayah lantaran ingin mengobati ibunya. Tadinya, Fakhri berniat masuk ke kedokteran, namun rupanya takdir berkata lain.

“Ibu saya pernah sakit alergi karena obat-obatan. Kasusnya memang jarang terjadi. Dari situ saya ingin masuk kedokteran, tapi diterimanya di Farmasi,” tuturnya.

Tadinya, orangtua memang mendorongnya untuk masuk ke institusi Polri, meneruskan jejak sang ayah. Namun rupanya, Fakhri memilih untuk menjajal kemampuan di perguruan tinggi negeri.

“Sempat ada perjanjian sama orangtua, kalau enggak masuk PTN, masuk Akpol. Eh, saya masuk sini, Farmasi, emang prioritasnya PTN dulu,” katanya.

Apakah bidhuaners termasuk Apoteker yang pada awalnya bukan pilihan utama? Bersyukurlah karena tidak semua orang bisa mengenyam gelar Apoteker.

SHARE