Surat Terbuka Untuk Ikatan Apoteker Indonesia dari Seorang Apoteker

0
10839
iai

Surat Terbuka Untuk Ikatan Apoteker Indonesia dari Seorang Apoteker melalui akun facebook pribadinya Kariza kontjara. Dalam statusnya yang berbentuk surat terbuka berisikan keluhan mengenai organisasi profesi Apoteker yakni Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang menurutnya memberatkan dirinya dengan banyaknya persyaratan.

Persyaratan yang ada untuk mendapatkan pekerjaan dianggapnya merupakan langkah mempersulit dirinya untuk mencari nafkah. Berikut adalah isi status yang dibuat pada hari Senin, 1 Februari 2016.

Maaf sebelumnya saya ingin berkomentar mengenai IAI ,

qta masuk keanggotaan IAI tentunya agar qta para lulusan apoteker dapat d fasilitasi dan qta para apoteker bisa dibantu mendapatkan pekerjaan melalui persyaratannya yang qta urus melalui IAI.
Karena smua persyaratan di mulai dari IAI.. Dari mulai surat rekomendasi, sertifikat kompetensi, notifikasi, dll

Qta kuliah dng susah payah, dan qta berusaha untuk ini semua! bikin penelitian , skripsi , ujian praktek , kompre, sidang, dll . Tentunya semua itu agar qta bisa lulus dengan gelar apoteker dan kemudian kerja mencari nafkah untuk keluarga, mencari rejeki untuk kehidupan sehari2,
setelah lulus tentunya qta di wajibkan masuk ke anggotaan IAI , smua harus melalui IAI dari mulai surat rekomendasi lah, notifikasi lah, kompetensi lah.

Tapi yang saya dapat sepertinya IAI selalu mempersulit melalui semua persyaratan ini yang akhirnya berarti IAI mempersulit anggotanya untuk mencari rejeki, mencari nafkah,mencari pekerjaan. Betul pak??

Di mulai dari persyaratan untuk perpanjang kompetensi dengan di wajibkan memenuhi jumlah SKP yg jumlahnya cukup banyak yang ditentukan IAI, sampai uang yang harus qta kluarkan karena ada biaya sertifikat, biaya notifikasi, biaya kartu anggota, biaya keterlambatan , biaya ujian kompetensi, biaya kekurangan SKP, belum IAI skrng mengharuskan bagi para Apoteker yang memperpanjang kompetensi agar membuat log book , analisis resep, dll.

Qta disini mencari kerja pak, mencari rejeki pak, mencari nafkah, tp kok di persulit bukanya di permudah. tolonglah kebijakan ini kenapa tidak dibuat lebih simpel karena terus terang semua persyaratan tersebut menurut saya begitu menguras waktu. terus terang bukan hanya saya saja di luaran sana yang mengeluh mengenai hal ini. Banyak teman saya , teman sejawat yang mengeluh, tapi mereka mungkin tidak berani atau tidak tahu harus mengeluh kemana.

Terimakasih sebelumny mohon keluhan ini dapat jd bahan pertimbangan kedepannya agar IAI lebih peduli kepada anggotanya.

Perlu diingat Qta disini teman sejawat pak.

Salam
Kariza kontjara.S.Farm.,Apt

Bagi bidhuaners yang ingin memberikan tanggapan atas pernyataan Kariza bisa menggunakan fitur kirim artikel atau di kolom komentar dibawah ini.